Politikus identitas agama, merasa sah mengerahkan identitas agama, karena itulah paling efektif. Ego mereka menyatakan, tindakan itu benar dan sah. Maka jadilah.
Bahwa efeknya negatif dan mendalam di masyarakat, bukan lagi urusan sang politikus. Yang sudah berkuasa. Apalagi yang gagal berkuasa.
Tanpa teori ilmu politik, masyarakat paham hal ini. Hati masyarakat merasa adem. Terpenting buat mereka, di tengah kemiskinan Indonesia, kampanye politik adalah padat karya. Setara menunggu lamaran kerja.
BACA JUGA: Kebaya Merah, Kok Eks Pasien RSJ Menur?
Di kasus Kharisma Jati, Polri kini menimbang-nimbang. Memproses atau tidak. Menangkap Kharisma Jati atau membiarkan saja.
Direktur Tindak Pidana Siber, Bareskrim Polri, Brigjen Adi Vivid kepada pers, Jumat (18/11) mengatakan: “Kita sudah temukan unsur dugaan pidananya,”
Berarti Kharisma Jati bakal ditangkap polisi. Tunggu saatnya.
Terbaru, Kabid Humas Polda DIY, Kombes Yuliyanto kepada pers, Minggu, 20 November 2022 mengatakan, kasus ini masuk delik aduan. Harus ada laporan polisi (LP) dari pihak yang merasa dirugikan, tanpa diwakili.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi