2) A Secondary Inferiority. Perasaan inferioritas sekunder, berhubungan dengan pengalaman orang dewasa yang tidak mampu mencapai tujuan akhir fiktif bawah sadar. Misal, kepingin jadi orang begini, ternyata jadi begitu.
Tujuan akhir fiktif bawah sadar, adalah representasi keamanan psikologi subyektif yang ada di setiap individu. Ketika itu tidak tercapai, individu merasa kalah, lemah, bahkan hina. Perasaan inilah Inferiority Complex.
Perasaan ini ada pada bangsa kita, kata banyak pakar, akibat penjajahan Belanda 350 tahun. Walaupun awalnya Belanda datang ke Nusantara untuk berdagang. Benarkah?
BACA JUGA: Obat Oplosan di Kasus Bayi Gagal Ginjal
Dikutip dari web resmi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Kamis, 14 April 2016, bertajuk: “Kolonial Wariskan Sikap Minder dan Rendah Diri”, dipaparkan di seminar, bertajuk:
“Seminar Nasional Empowering Self” digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik, Universitas Islam Sultan Agung, Sabtu, 2 April 2016 di Kampus Unissula Semarang. Dihadiri sekitar 400 peserta.
Di situ, Guru Besar Psikologi Klinik, Universitas Gadjah Mada, Prof Kwartarini Yuniarti PhD Psi sebagai pembicara mengatakan, 350 tahun kita dijajah Belanda mengubah mental kita jadi rendah diri. Minder. Dari generasi ke generasi.
“Penjajah juga menerapkan politik devide et impera, atau politik pecah belah serta kolonialisasi atau semangat penindasan. Ini masih berakar di masyarakat kita sekarang. Perbedaan jadi sumber pertengkaran.”

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi