Minggu, 21 Juni 2026, pukul : 13:02 WIB
Surabaya
--°C

Ungkap Mayat Kalideres sampai ke Belatung

Lalat di jasad, makan jaringan tubuh mati. Kemudian bertelur di situ. Lima hari kemudian telur menetas jadi belatung.

Jutaan belatung itu juga makan jaringan tubuh yang mati. Lalu membesar. Gemuk-gemuk. Kemudian jadi lalat.

Kurun waktunya, tepat sebulan sejak jadi belatung, berubah jadi lalat. Lalat baru bertelur lagi di situ, sebagai generasi ke dua. “Maka, penelitian belatung akan mengungkap titik waktu kematian,” tulis Karapazarlioglu.

Mayat yang dikubur, juga berbelatung. Jumlah jutaan juga. Bentuk belatungnya beda dengan mayat di tempat terbuka. Kecepatan gerak dan makan kedua jenis belatung ini juga beda.

BACA JUGA: Susun Mozaik di Kematian Sekeluarga Kalideres

Dr Karapazarlioglu menggambarkan tingkat kecepatan kerusakan mayat antara yang dikubur dibanding di ruang terbuka, 1 banding 18.

BACA JUGA  Menggoyang Prabowo

Karapazarlioglu: “Jaringan tubuh mayat di tempat terbuka, pasti rusak dalam sepuluh hari. Sedangkan tingkat kerusakan yang setara, dicapai pada mayat di dalam kubur pada 180 hari.”

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.