Tapi, tim forensik belum bisa menyimpulkan penyebab kematian. Tidak ada tanda-tanda kekerasan di semua jenazah. Meski mereka tidak makan, tapi tidak mungkin akibat tidak mampu membeli makanan.
Rumah tersebut kira-kira senilai Rp 1,5 miliar. Juga ditemukan, keluarga itu menjual mobil Honda Brio baru seharga Rp 160 juta. Maka, disimpulkan, tidak mungkin mereka mati kelaparan.
Ini membuat polisi kewalahan mengungkap penyebab kematian. Apalagi motifnya. Sedangkan, masyarakat menunggu hasil penyelidikan polisi terkait itu. Setiap hari wartawan bertanya ke Kombes Hengki terkait perkembangan penyelidikan.
BACA JUGA: Sekeluarga Tapa Brata di Kalideres
Hengki: “Jadi gini rekan-rekan (wartawan), ini kasus yang rumit. Perlu kehati-hatian mengungkap. Kami tidak mungkin bicara sembarangan. Kami melibatkan banyak ahli.”
Antara lain, ahli forensik, cyber crime, terbaru dibutuhkan pakar serangga, khususnya ahli belatung.
Belatung yang ditemukan polisi di TKP, mungkin juga ada di tubuh jenazah. Semua jenazah pasti berbelatung. Jadi, bisa saja itu belatung yang tertinggal di lokasi. Cuma, polisi perlu konsentrasi di belatung, karena alasan yang belum bisa diumumkan.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi