Itu tingkat kerusakan di negara empat musim, di musim panas. Sedangkan di musim dingin, tingkat kerusakan lebih lambat (lebih lama) tiga kalinya. Di musim semi dan musim gugur, lebih lambat dibanding dengan di musim panas. Tapi lebih cepat dibanding di musim dingin.
Di negara tropis Indonesia, belum pernah diriset, berapa lama mayat rusak di tempat terbuka, atau yang dikubur. Kalau pun pernah diriset, hasilnya belum pernah diumumkan ke publik.
BACA JUGA: Dampak Pribadi Ganda si Kebaya Merah ke Masyarakat
Kini Polri membutuhkan pakar belatung mayat manusia. Demi mengungkap kematian sekeluarga di Kalideres. Ini hal baru bagi Polri. Meskipun otopsi jenazah korban kejahatan sudah sering dilakukan.
Pernyataan Kombes Hengki di atas, pastinya akan menarik minat pakar belatung mayat Indonesia, yang selama ini tersembunyi. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi