Maka setelah dilaporkan ke Presiden Jokowi, dipilihlah GWK. Di GWK pun ada dua pilihan lokasi. Maka dipilih yang dipakai malam itu.
Pilihan itu akhirnya diakui secara luas sangat tepat.
Untuk mencapai ”ruang” Gala Dinner itu para kepala negara harus lewat lorong-lorong yang dramatis. Juga tebing-tebing gunung yang diiris. Setelah itu barulah mereka tiba di satu ”ruang” besar yang terang. Sangat wow!
BACA JUGA: Bintang-Bintang
Tinggal bagaimana agar tidak hujan.
Wishnu pilih menggunakan teknologi. Ia bekerja sama dengan TNI-AU dan Badan Meteorologi dan Geofisika. Empat pesawat TNI-AU terbang berkali-kali di atas Bali. Dua dari arah Banyuwangi. Dua lagi dari arah Lombok.
Pesawat tersebut menebarkan garam terus menerus. Sampai 20-30 ton. Agar hujan tidak turun.
Tapi lewat tengah hari mendung tebal menggelayut di atas Bali. Penaburan garam pun dihentikan. Sementara. Justru mendung itu dilepas saja sekalian. Agar jadi hujan. Mumpung masih pukul 15.00.
Maka hujan turun sangat deras. Lama. Wishnu terus berkoordinasi dengan BMKG. Didapatlah keyakinan ilmiah: hujan akan berhenti sekitar pukul 17.30. Aman.
“Tidak pakai pawang hujan?” tanya saya.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi