Menu

Mode Gelap

Kempalanda · 18 Nov 2022 08:15 WIB ·

Membersihkan Hati dari Awan yang Gelap


					Ilustrasi berdoa. ©Pixabay/SuleymanKarakas Perbesar

Ilustrasi berdoa. ©Pixabay/SuleymanKarakas

KEMPALAN: Mulia tidaknya seseorang bukan dilihat dari tampilan lahiriahnya, melainkan dari performa batiniah atau hatinya.

Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu menceritakan bahwa Rasulullah bersabda, yang artinya : ”Tiada satu Hati pun kecuali memiliki awan seperti awan menutupi bulan. Walaupun bulan bercahaya, karena hatinya ditutup oleh awan, ia menjadi gelap. Ketika awannya menyingkir, ia pun kembali bersinar.”
(HR. Bukhari Muslim)

Hadist ini memberikan ilustrasi yang sangat indah. Hati manusia sesungguhnya bersih atau bersinar, namun kerap tertutupi oleh awan sehingga sinarnya menjadi tidak tampak. Oleh sebab itu, kita harus berusaha menghilangkan awan yang menutupi cahaya hati kita.

Bagaimana caranya ?

Introspeksi Diri
dalam bahasa Arab disebut muhasabatun nafsi, artinya mengidentifikasi apa saja penyakit hati kita. Semua orang akan tahu apa sebenarnya penyakit qalbu (hati) yang dideritanya itu.

Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al-Qur’an yang artinya : ”Hai, orang -orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Hasyr 18)

Perbaiki diri (bertaubat)
Taubat Ini merupakan tindak lanjut dari introspeksi diri.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirmanyang artinya : ”Hai orang- orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).

Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
(QS. At-Tahrim 8)

Tadabur Al-quran
Menelaah isi Alquran lalu menghayati dan mengamalkannya.

Sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya : ”Maka, apakah mereka tidak memperhatikan Alquran ataukah hati mereka terkunci?”
(QS. Muhammad 24)

Menjaga dan istiqomah dalam beramal shaleh.
Amal shaleh adalah setiap ucapan atau perbuatan yang dicintai dan diridhai Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Senantiasa mengisi waktu dengan berzikir

Tuntunan Islam, jika dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, akan menghadirkan hati yang tenteram, bersih, serta bersinar terang.

Jum’at Berkah. Insyaa Allah kesehatan dan keberkahan tetap dilimpahkan kepada kita semua serta senantiasa menjadi hamba Allah yang selalu bersyukur dan memiliki hati yang terbaik, bersih dan ikhlas dalam berbuat kebaikan serta Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerima taubat dan memberikan ampunan atas dosa-dosa kita. (*)

Editor:DAD

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

La Nyalla Menjebak Jokowi Atau Ikut Menjegal Anies Baswedan?

28 November 2022 - 04:51 WIB

Jangan ’’Hit and Run’’

26 November 2022 - 19:05 WIB

Transformasi Mindset

26 November 2022 - 17:30 WIB

Kilas Kenangan Mewawancarai Istri Datuk Anwar Ibrahim Sehari Menjelang Sidang Perdana Mahkamah Federal

26 November 2022 - 10:10 WIB

Belajar Program CSR dari PT Pupuk Kujang

25 November 2022 - 14:05 WIB

2023 BPJS Ketenagakerjaan RT/RW dan LPMK, Wakil Sekretaris PDIP Achmad Hidayat: Eri Cahyadi-Armuji Tingkatkan Produktivitas Pelayanan Warga

25 November 2022 - 11:08 WIB

Trending di Kempalanda