Hal yang memalukan lagi di Jatim, beredar spanduk penolakan terhadap Anies dengan dibalut fitnah dengan isu politik identitas, pendukung khilafah, HTI dan sebagainya.
Demokrasi semakin suram dan terjal ditangan para pemuja politik pragmatis dan duit. Bagi perusak demokrasi, tak ada niat membangun negeri ini, mereka bekerja maju tak gentar bergantung siapa yang bayar.
Para penganut Machivilian ini pasti akan menghalalkan segala cara, yang penting mereka bisa memuaskan tuannya.
BACA JUGA: Heroisme Anies dan Optimisme Surya Paloh di HUT ke-11 Partai NasDem
Lalu apa yang mesti dilakukan oleh mereka yang berjuang untuk tegaknya demokrasi yang sehat dan beradab?
Menghadapi Machivilian para residu demokrasi yang tak siap berkompetisi, tentu harus dihadapi dengan cara cara yang cerdas dan rasional, hadapi mereka dengan data dan fakta berupa rekam jejak sang calon yang mengusung demokrasi baik.
Sebagaimana yang dicontohkan oleh Anies, tak pernah menanggapi pernyataan mereka, Anies bekerja menunjukkan fakta.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi