Misteri itu tetap menjadi misteri dan selalu menjadi perdebatan setiap kali muncul pembahasan mengenai penculikan oleh Untung itu. Penganugerahan gelar pahlawan kepada Bung Karno oleh Jokowi tidak serta-merta akan membersihkan Bung Karno dari stigma PKI. Demikian pula, lawan-lawan politik Presiden Soeharto akan tetap menuduhnya sebagai orang yang memanfaatkan kasus Untung untuk menjalankan agenda politiknya memburu dan menghancurkan PKI.
Hal itu bisa dimaklumi. Bung Karno adalah pejuang kemerdekaan yang sangat anti terhadap kolonialisme dan imperialisme. Selain aktivis pergerakan, Bung Karno juga seorang intelektual par excellent. Dia sangat memahami filosofi gerakan-gerakan besar dunia, mulai dari kapitalisme-liberalisme, kolonialisme-imperialisme, komunisme-sosialisme, termasuk juga Islam dan agama-agama lain.
BACA JUGA: Terorisme dan R20
Dari penguasaan khazanah yang luas itulah Bung Karno melihat bahwa penjajahan merupakan kejahatan kemanusiaan internasional yang harus dilawan dan dihapuskan. Ketika itu lawan utama kolonialisme adalah gerakan komunisme yang muncul di Rusia dan kemudian berkembang di China.
Bung Karno melihat ajaran Karl Marx sebagai spirit yang paling tepat untuk melawan penjajahan. Karena itu Bung Karno sangat mengagumi Marx dan sangat banyak mengadopsi teori dan ajaran Marx.
Tetapi, harus diingat pula bahwa Bung Karno juga mempelajari Islam dengan serius, dan melihat Islam sebagai agama yang punya potensi kekuatan untuk melawan imperialisme. Karena itu, Bung Karno ingin memadukan komunisme dan agama dengan gerakan nasionalisme yang muncul di banyak negara jajahan yang ingin merdeka.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi