Sebagai kota besar metropolitan dan merangkak menuju kota megapolit, Surabaya tentu menyadari betul kemajemukan warga, budaya, suku dan agama.
Pemerintah kota sebagaimana amanat undang – undang pemajuan kebudayaan mempunyai tugas merawat itu semua sebagai sebuah nilai gotong royong membangun Surabaya menuju kota global yang maju, humanis dan berkelanjutan sebagaimana visi walikota.
Sayangnya semangat kepahlawanan yang terkandung dalam nilai nilai kemajuan, humanis dan berkelanjutan belum mendapatkan tempat dan apresiasi dalam bingkai perayaan kepahlawanan 10 November di Surabaya.
BACA JUGA: Adil dan Sejahtera Itu Perjuangan Anies
Kita masih terjebak pada atribut – atribut kebendaan dan bermakna sempit.

Ada baiknya pemerintah kota dalam merawat semangat itu mendorong tumbuhnya nilai nilai yang ada dalam semangat kepahlawanan itu dengan memasukkan nilai nilai kemajuan, humanisme dan berkelanjutan.
Pembangunan yang sudah dilakukan oleh pemerintah kota seharusnya bisa menjadi sebuah nilai yang bisa digali dan dimunculkan oleh pemerintah kota agar mejadi sebuah tradisi dan budaya masyarakat.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi