Rabu, 13 Mei 2026, pukul : 08:45 WIB
Surabaya
--°C

Khusnul Bomiyah

Ternyata Sanglah sudah penuh korban bom. Bukan hanya yang dari Kuta tapi juga yang meledak di Jimbaran. Mobil pun balik arah. Menuju kota Denpasar. Ke RS TNI-AD.

Sesama suami yang di rumah bingung. Istri mereka tidak segera pulang. Mereka pun merasa: jangan-jangan terkena ledakan yang barusan menggema. Yang suaranya terdengar keras pun dari rumah kontrakannya.

Maka sang suami menuju rumah sakit Sanglah. Bersama tamunya. Semalam suntuk mereka meneliti semua korban yang dibawa ke situ. Mereka tidak bisa menemukan istri masing-masing. Tidak ada nama Khusnul Chotimah.

BACA JUGA: Kongres Dawet

Keesokan harinya sang suami ke rumah sakit TNI-AD. Juga tidak ada nama istrinya. Ia teliti satu persatu nama yang dirawat di situ. Dari atas ke bawah. Dari bawah ke atas. Yang ada hanya nama Nurul Fatimah.

Ada perasaan tertentu ketika membaca nama itu: jangan-jangan itu istrinya. Salah tulis. Ia pun minta izin menengok Nurul Fatimah. Tidak mudah menengok korban terorisme. Bisa dicurigai sebagai jaringan teror yang akan menghilangkan saksi.

Akhirnya diizinkan. Nurul Fatimah itulah Khusnul Chotimah.

Di Sidoarjo, sang ayah melihat berita di TV. Perasaannya juga merasa: Anaknya jadi korban. Nomor HP sang putri tidak bisa dihubungi. Lenyap bersama ledakan. Sang menantu belum bisa memberikan kepastian. Masih mencari dan mencari.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.