KEMPALAN: AHAD BESOK 30 OKTOBER sebulan sudah Tragedi Kanjuruhan terjadi. Publik seantero dunia tahu, dari peristiwa tragis pada 01/10 seusai laga Liga 1 Arema vs Persebaya itu, 135 Aremania Aremanita dewasa remaja dan bocah, meninggal dunia jadi korban gegara gas air mata.
Meski sudah ditetapkan 6 orang tersangka atas terjadinya kasus yang membawa korban tewas terbesar ke dua se-dunia, namun tak membuat Aremania legawa. Pun juga 135 keluarga korban saban hari air matanya berlinang.
Buktinya, Kamis pagi 27/10, ratusan Aremania melakukan aksi demo damai. Dari alun-alun kota dan stadion Gajayana Malang, mereka berjalan kaki menuju balaikota Malang. Mereka berbekal beberapa spanduk, poster dan menggontong tiga kain kafan –seolah jazad– yang di kain putih (kafan) itu ada tulisan angka 1 3 5.
BACA JUGA: Ingin Rehat dari Dunia Sepak Bola, Presiden Arema Memundurkan Diri
Berbagai tulisan di spanduk dan poster mengungkapkan tuntutan penegakkan hukum dan rasa keadilan untuk pengusutan Tragedi Kanjuruhan itu. Semuanya dituangkan dalam 9 tuntutan Aremania yang dikirim ke pemerintah, Komnas HAM, Polri, PSSI dan institusi terkait lainnya.
Dari aksi demo pada hari Kamis lalu itu, menegaskan kalau keluarga besar Aremania akan mengawal proses peradilan kasus Kanjuruhan in hingga tuntas.
BACA JUGA: PSSI Putuskan Percepat KLB agar Liga 1 Segera Berlanjut?
Ini terlihat, saat Sabtu 29/10 pagi tadi saat penulis dalam perjalanan ke Malang. Sejak memasuki daerah Purwodadi (batas Kab Pasuruan – Kab Malang) di beberbagai sudut dan di atas JPO terpasang spanduk / poster dengan tulisan Usut Tuntas Kasus Kanjuruhan 011022, Aremania Menolak Lupa Tragedi Kanjuruhan dan Gas Air Mata vs Air Mata Ibu. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi