SURABAYA-KEMPALAN: Kongres Luar Biasa (KLB) Askot PSSI Surabaya akan digelar di
Quest Hotel, Jalan Ronggolawe, Surabaya, Minggu (6/3). KLB yang akan dimulai pukul 08.00 WIB ini akan memilih Ketua Askot PSSI Surabaya periode 2022-2026.
Setidaknya ada tiga nama yang sudah mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Askot PSSI Surabaya. Mereka adalah Maurits Benhard Pangkey, Dr Heri Sudarsono MM, dan Muhammad Yusuf ST.
Maurits Bernhard Pangkey sudah tidak asing bagi pecinta sepak bola di Surabaya, karena dia merupakan calon imcumbent atau petahana. Demikian pula Dr.Heri Sudarsono MM yang kini menjadi manajer tim sepak bola Surabaya di Porprov VII/2022. Sedang Muhammad Yusuf ST adalah pendatang baru yang ingin membawa perubahan di tubuh Askot PSSI Surabaya.
Mengenai jumlah voter, sesuai hasil Kongres Tahunan Askot PSSI Surabaya Minggu (9/1) lalu, disebutkan terdapat 34 klub anggota ditambah satu suara dari AFK (Asosiasi Futsal Kota) Surabaya. Sedang voter klub berdasarkan kompetisi Askot PSSI Surabaya terakhir yang diikuti, dari 48 klub anggota, hanya 34 klub yang dinyatakan sah. Mereka inilah yang punya hak suara untuk memilih Ketua Askot PSSI Surabaya untuk lima tahun ke depan.
Adapun 34 klub tersebut, antara lain Pelindo, Untag Rosita, Indonesia Muda, HBS, Al Rayyan, Putra Mars, PSAL, Hanggana, Fatahillah 354, Semut Hitam, Anak Bangsa, MAESA, TEO, El Faza, Sasana Bhakti, Pemuda FC, Olympic, Colombo FC, Simo Umited, PS Fajar, Maestro FC, Mitra Surabaya, Suryanaga, Setia Naga Kuning, PSAD, dan Kresno Indonesia. Sedang Assyabaab yang selama ini dikenal sebagai klub legendaris dan mencetak banyak pemain handal, tidak tercantum.
Jika melihat peluang yang ada, tampaknya Maurits Bernhard Pangkey punya kans besar untuk terpilih kembali. Kendati demikian, siapapun yang nantinya memimpin Askot PSSI Surabaya, diharapkan bisa membawa perubahan.
Hal ini seperti disampaikan Yusuf Ekodono, Ketua klub PS Fajar. “Saya tidak mempersoalkan siapa nantinya yang akan terpilih memimpin Askot PSSI Surabaya. Yang penting harus bisa membawa perubahan,” kata legenda sepak bola Persebaya dan timnas Indonesia itu, Jumat (4/3).
Salah satunya, Yusuf berharap agar kompetisi senior yang tidak jalan pada kepengurusan Askot PSSI periode lalu, bisa diputar kembali.
Selain itu, siapa yang nantinya terpilih sebagai pengurus Askot PSSI Surabaya tidak boleh merangkap jabatan sebagai pengurus Persebaya. “Tidak seperti sekarang ini, banyak pengurus Askot PSSI Surabaya yang rangkap jabatan sebagai pengurus Persebaya. Ini tidak boleh terulang lagi,” tegas Yusuf. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi