IK yang baru pulang kerja, datang ke TKP. Tiba di sana IK tahu, Jersy sudah mati. Wajah Jersy ditutupi handuk.
Kombes Hengki: “Saat itulah tersangka H terus terang ke tersangka IK. Bahwa korban J sudah meninggal akibat dibunuh H. Seketika, H menawarkan imbalan Rp 10 juta kepada IK, untuk bantu mengangkat jenazah ke bawa, basement, tempat parkir mobil.”
IK setuju. Mereka membungkus mayat dengan selimut. Menggotong, keluar kamar, masuk tangga darurat. turun tangga, menuju basement. Kebetulan tidak ada CCTV di jalur itu. Atau, karena mereka sekuriti, paham lokasi.
Tiba di mobil, jenazah dimasukkan bagasi, Hendrik mencegah IK pulang. Alasannya, kalau mau bayaran Rp 10 juta harus sekalian ikut membuang mayat. IK pun nurut. Masuk mobil.
Kombes Hengki: “Dini hari itu mobil mereka putar-putar sekitar Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Akhirnya nemu tempat. Mayat dibuang di kali di Jalan Gunung Sahari dekat rumah nomor 7A, Jakarta Pusat. Lalu mereka meninggalkan lokasi.”
Mayat Jersy ditemukan petugas PPSU (Penanganan Prasarana dan Sarana Umum) yang biasa membersihkan got, pada esoknya, Jumat, 14 Oktober 2022.
Mayat diperiksa di RS Cipto Mangunkusumo, ditemukan tanda kekerasan. Diduga kuat, korban pembunuhan. Tapi, tanpa identitas.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi