Tiga Pelaku Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Diamankan Satreskrim Polresta Sidoarjo

waktu baca 2 menit
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro menanyai tersangka MS.

SIDOARJO-KEMPALAN: Kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi kembali berhasil diungkap Satreskrim Polresta Sidoarjo. Kali ini, seorang pelaku asal Pasuruan berinisial MS (50 tahun) dan dua pelaku asal Surabaya berinisial SEP (45 tahun) dan EJS (38 tahun) ditangkap Satgas Gakkum Penyalahgunaan BBM dan LPG Bersubsidi Satreskrim Polresta Sidoarjo di tempat berbeda.

Mereka diamankan saat mengisi BBM jenis Bio Solar di SPBU Aloha, Gedangan, pada Senin, 3 Oktober 2022 dan SPBU Balongbendo pada Jumat, 7 Oktober 2022.

BACA JUGA: Satreskrim Polresta Sidoarjo Amankan 2 Pelaku Penyalahgunaan BBM Bersubsidi

Penangkapan tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat terkait adanya kegiatan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Barang bukti yang diamankan polisi dari tersangka MS berupa satu unit mobil truk yang membawa tandon berkapasitas 5200 liter, dan dua tandon yang masing-masing dapat menampung 1000 liter Bio Solar.

Tiga tersangka penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Sedangkan di SPBU Balongbendo, Satreskrim Polresta Sidoarjo mengamankan SEP dan EJS dan sebuah mobil Toyota HiACE yang membawa 600 liter Bio Solar dan uang tunai 2,6 juta rupiah.

“Kami kembali berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi dengan modus bak truk diberi tandon untuk menampung ribuan liter Bio Solar,” ungkap Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro saat jumpa pers di Mapolresta Sidoarjo, Kamis (20/10/2022) sore WIB.

“Para pelaku membeli BBM jenis Bio Solar dengan harga subsidi Rp 6.500 per liter untuk dijual dengan harga Rp 8.500 per liter, ” tambah Kusumo.

Pada kesempatan itu, tersangka MS mengaku baru satu bulan ia melakukan perbuatan tersebut. “Saya di upah 300 rupiah per liternya,” akunya.

“Tersangka membeli BBM dengan cara normal. Kemudian, BBM disalurkan ke tandon, “jelas Kusumo.

Para tersangka terancam hukuman dengan pidana penjara paling lama enam tahun dengan ancaman denda 60 juta sesuai Pasal 40 angka 9 UU No. 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja sebagai perubahan atas Pasal 55 UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. (Muhammad Tanreha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *