Kamis, 28 Mei 2026, pukul : 01:52 WIB
Surabaya
--°C

Politik Mahar VS Politik Gagasan

Ditengah riuhnya skeptisisme terhadap kualitas pemilu dan kepemimpinan, Anies menawarkan sebuah tawaran politik yang berkualitas, politik gagasan. Politik dimana mengedepankan kualitas seseorang dengan kemampuan mewujudkan gagasan dan mengimplementasikan didalam kebijakan, sehingga menghasilkan kebijakan yang berpihak kepada semua.

Djayadi Hanan akademisi dari Universitas Paramadina mendefinisikan Politik gagasan adalah ketika seseorang tidak memandang latar belakang seseorang. Jadi, sepanjang idenya cocok dan dianggap bagus oleh masyarakat, dia akan diikuti, dipilih. Lawan dari politik gagasan adalah politic of presence. Seseorang tidak akan menerima gagasan anda, kalau secara latar belakang tidak sama dengan saya. Misal, kalau gagasan Anda bagus untuk perempuan, tapi anda bukan perempuan, saya tidak akan dukung anda. Atau, gagasan Anda bagus, tapi latar belakang etnis Anda tidak cocok dengan saya.

BACA JUGA  Aset Strategis Pertahanan: Pangdam V/Brawijaya Akselerasi Pembangunan Yonif TP 934/SBY di Pacitan

BACA JUGA: Sampai Jumpa di Istana Merdeka

Nampaknya penulis perlu mengapresiasi sikap partai Nasdem yang berani memulai mengedepankan politik gagasan sebagaimana disampaikan oleh Prananda Surya Paloh ketua Bappilu, yang berani secara menyampaikan ke publik bahwa dukungannya terhadap Anies adalah karena mengedepankan politik gagasan bukan politik mahar.

Tentu sikap Nasdem dan politik gagasannya serta keberaniannya bersama Anies akan menjadi angin segar restorasi perubahan arah politik kita, dari politik mahar menuju kearah politik gagasan.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.