Sebagai kader PDIP sejati, Ganjar juga tidak punya rekam jejak untuk melakukan perlawanan kepada Megawati, bagi Ganjar tentu yang paling baik adalah menunggu, meski sesekali terlihat Ganjar juga melakukan aktifitas yang menjurus pada persaingan menuju pilpres.
Peristiwa di Batang dimana Jokowi mengajak Ganjar dalam satu mobil, tentu bisa bermakna dukungan Jokowi kepada Ganjar. Ini tentu akan menimbulkan motivasi dan kepercayaan pada diri Ganjar untuk tetap berusaha mengikuti kontestasi merebut tiket, baik dari PDIP atau partai lain yang sudah ada, misalnya melalui Koalisi Indonesia Bersatu ( KIB) yang merupakan partai koalisi pendukung Jokowi.
BACA JUGA: Analisis Perbincangan di Google Trends, Anies Unggul Telak terhadap Ganjar, 64 % : 36 %
Keduanya tentu berkepentingan untuk bisa survive dalam percaturan politik, sehingga sangat mungkin mereka akan berlabuh kepada koalisi calon pilpres yang dianggap bisa menang dan menjamin keberlanjutan karir politik dan pengaruh politiknya.
Megawati tentu tak akan berani mengulang peristiwa 2014, Jokowi tentu juga akan berusaha menjadikan Ganjar sebagai pilihan. Bagi Megawati Pilpres 2024 adalah pertaruhan pengaruh trah Soekarno terhadap partai dan pemerintahan, atau PDIP tetap dibawah asuhan trah Soekarno. Peristiwa direbutnya kembali kendali PDI dibawah trah Soekarno dari Suryadi, adalah cacatan sejarah penting bagaimana Megawati memperjuangkan ajaran Soekarno tetap menjadi ruh perjuangan didalam PDIP.
Kalau sudah begini akan kemanakah mereka berlabuh? (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi