Sabtu, 18 April 2026, pukul : 01:46 WIB
Surabaya
--°C

Barokah

KEMPALAN: Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita mendengar kata barokah atau berkah. Biasanya kata ini keluar ketika menanggapi berita atau sesuatu yang baik, yang positif yang diterima seseorang. Berkah atau barokah berasal dari Bahasa Arab baraka-yabruku-burukan wa barakatan, yang artinya kenikmatan dan kebahagiaan. Istilah lainnya dalam Bahasa yang sama adalah Mubarak dan tabaruk.

Dalam Al-Qur’an dan sunah mengatakan bahwa berkah atau barokah adalah langgengnya kebaikan, dapat pula diartikan dengan bertambahnya kebaikan atau ziyadatul khoir, bahkan artinya bisa keduanya. Menurut Imam Nawawi, asal makna berkah atau barokah ialah kebaikan yang banyak dan abadi.

Berkah atau barokah sebenarnya memiliki makna yang begitu luas. Para ulama pun menjelaskan berkah atau barokah sebagai segala sesuatu yang banyak dan melimpah, mencakup berkah secara material dan spiritual, keamanan, ketenangan, kesehatan, harta dan sebagainya. Dalam Al-Qur’an kata berkah (barokah) hadir dengan beberapa makna, diantaranya, kelanggengan kebaikan, banyak, dan bertambahnya kebaikan.

Dalam hal ini, berkah atau barokah bukan hanya perihal cukup dan mencukupi. Tetapi juga termasuk bertambahnya ketaatan kepada Allah SWT dengan segala keadaan yang ada, baik berlimpah atau sebaliknya. Apapun yang sedang dialami , pasti terdapat berkah atau barokah didalamnya. “Albarokatu tuziidukum fi thoah” Barokah menambah taatmu kepada Allah SWT.

BACA JUGA:Hawa Nafsu 

Hidup yang barokah bukan hanya sehat, tapi kadangkala sakit itu justru barokah sebagaimana sakitnya Nabi Ayyub As. Barokah juga tidak selalu berarti Panjang umur, ada yang umurnya pendek tapi dahsyat taatnya kepada Allah SWT layaknya Musab ibn Umair. Tanah Makkah yang terkenal kering dan tandus adalah tanah paling barokah yang tak bisa ditandingi karena memiliki keutamaan di hadapan Allah SWT

Berkah adalah bertambah dalam kebaikan. Rezeki yang barokah adalah keadaan rezeki yang bisa menolong seseorang kepada ketaatan dan amal kebaikan, serta menjauhkannya dari kemaksiatan dan amal keburukan. Penghasilan barokah bukan gaji yang besar dan bertambah, tapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rezeki bagi yang lainnya.

Keberkahan hidup dimaknai sebagai sesuatu yang bernilai kebaikan. Keberkahan dapat dicapai ketika seseorang mengerjakan amal saleh atau kebajikan. “Sungguh, Allah menguji hamba dengan pemberian-Nya. Barangsiapa rela dengan pembagian Allah terhadapnya, maka Allah akan memberikan keberkahan baginya dan akan memperluasnya. Dan barangsiapa tidak rela, maka tidak akan mendapatkan keberkahan.” (HR. Ahmad).

BACA JUGA: Hawa Nafsu

Perjalanan hidup manusia tidak selamanya berjalan sesuai keinginan. Penyakit hati akan datang menyerang setiap saat. Hidup yang dilimpahi keberkahan dari Allah SWT merupakan bentuk nikmat yang harus disyukuri. Sebab mereka yang tidak hidup dalam keberkahan akan merasa resah dan gelisah. Oleh karena itu umat Muslim wajib untuk hidup mencari keberkahan.

Keberkahan hidup tentu tidak datang dengan sendirinya. Perlu upaya yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk dapat mengundang keberkahan dalam hidup kita. Ada empat kunci utama dalam meraih keberkahan hidup, antara lain, takwa, sholat, bersedekah dan memberi maaf.

Takwa dalam hal ini kepada Allah SWT dan Rosul-Nya yang berarti senantiasa menjauhi larangan-Nya dan mengikuti perintah-Nya. Mengerjakan sholat dan bersedekah. Karena berbagi rezeki melalui sedekah, Allah SWT akan mendatangkan beribu balasan kebaikan dan limpahan rahmat kepada hamba-Nya, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah : 261.

BACA JUGA: Ikhtiar

Memberi maaf atas segala perbuatan menjadikan umat Muslim mulia. Islam mengajarkan seluruh umatnya untuk tidak menjadi pendendam. Umat Muslim dapat menjadikan kisah perjuangan para Nabi dan Rosul sebagai pedoman.

Kita sering saling mendoakan agar diberkahi hidupnya, keluarganya, hartanya, anaknya, umurnya dan seterusnya. Barokah menjadi sangat agung nilainya sehingga menjadi salah satu doa yang sering diucapkan oleh setiap Muslim satu sama lainnya.

Perlu diketahui bahwa setiap mukmin itu pada dirinya ada barokah sesuai dengan kadar imannya. Hanya saja bila orang mukmin itu dari kalangan para Nabi dan Rasul, barokah mereka bersifat dzatiyah dalam arti jasad dan tubuh mereka memang diberkahi dan dibolehkan mencari berkah darinya.

Barokah dzat atau fisik ini hanya untuk para Nabi dan Rosul. Sedangkan untuk selain mereka maka tidak ada barokah yang terkait dengan jasadnya meskipun dia adalah orang terbaik setelah Rosulullah SAW, yaitu Abu Bakar dan Umar Radhiyallahu’anhuma. Barakallahu fikum Jamiiaa. (*)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.