Jumat, 12 Juni 2026, pukul : 22:15 WIB
Surabaya
--°C

PKI dan Bharatayuda

Nasution bukan orang Jawa. Dia Batak, dan karenanya disebut ‘’tidak Jawa’’, dan Bung Karno bisa mengalahkan dan menyingkirkannya. Sebagai gantinya Bung Karno memilih Jenderal Ahmad Yani yang orang Jawa. Yani juga lebih cocok dengan gaya dansa-dansi ala Soekarno. Yani juga anti-komunis dan sangat benci dan dibenci oleh PKI. Tetapi, Yani tetap menjaga hubungan baik dengan Bung Karno.

Bung Karno tetap bisa mengendalikan Ahman Yani dalam kontrolnya. Sebagai jenderal Jawa Yani memainkan dua kartu penting. Di satu sisi ia memperlihatkan kesetiaan kepada Bung Karno, di sisi lain Yani mewarisi karakter Nasution yang sangat anti-PKI. Angkatan Darat dan PKI sama-sama bersaing memperebutkan pengaruh Bung Karno.

BACA JUGA  Sisi 'Gila' Hot Moms Ponorogo Jinakkan Aksara Cemas Lewat Seni Tarung Premium

BACA JUGA: Mahsa Amini

Gaya hidup Bung Karno yang flamboyan membawa korban fisik yang menyebabkan kesehatannya merosot dengan cepat. Ada informasi bahwa Bung Karno menderita penyakit fatal dan tidak bisa disembuhkan. Kepanikan terhadap kemungkinan Bung Karno akan mati mendadak, membuat PKI mengambil langkah sembrono. Para jenderal di pucuk pimpinan Angkatan Darat harus disingkirkan, supaya posisi PKI bisa mengambil alih kekuasaan pasca-Soekarno.

Bung Karno seorang jenius politik yang bisa mengontrol semua kekuatan yang berseliweran di sekitarnya. Bung Karno bisa mengontrol D.N Aidit, ketua PKI. Bung Karno juga bisa menundukkan Nasution dan mengontrol Ahmad Yani.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.