Nasution bukan orang Jawa. Dia Batak, dan karenanya disebut ‘’tidak Jawa’’, dan Bung Karno bisa mengalahkan dan menyingkirkannya. Sebagai gantinya Bung Karno memilih Jenderal Ahmad Yani yang orang Jawa. Yani juga lebih cocok dengan gaya dansa-dansi ala Soekarno. Yani juga anti-komunis dan sangat benci dan dibenci oleh PKI. Tetapi, Yani tetap menjaga hubungan baik dengan Bung Karno.
Bung Karno tetap bisa mengendalikan Ahman Yani dalam kontrolnya. Sebagai jenderal Jawa Yani memainkan dua kartu penting. Di satu sisi ia memperlihatkan kesetiaan kepada Bung Karno, di sisi lain Yani mewarisi karakter Nasution yang sangat anti-PKI. Angkatan Darat dan PKI sama-sama bersaing memperebutkan pengaruh Bung Karno.
BACA JUGA: Mahsa Amini
Gaya hidup Bung Karno yang flamboyan membawa korban fisik yang menyebabkan kesehatannya merosot dengan cepat. Ada informasi bahwa Bung Karno menderita penyakit fatal dan tidak bisa disembuhkan. Kepanikan terhadap kemungkinan Bung Karno akan mati mendadak, membuat PKI mengambil langkah sembrono. Para jenderal di pucuk pimpinan Angkatan Darat harus disingkirkan, supaya posisi PKI bisa mengambil alih kekuasaan pasca-Soekarno.
Bung Karno seorang jenius politik yang bisa mengontrol semua kekuatan yang berseliweran di sekitarnya. Bung Karno bisa mengontrol D.N Aidit, ketua PKI. Bung Karno juga bisa menundukkan Nasution dan mengontrol Ahmad Yani.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi