Dilanjut: “DPD Partai Golkar telah melakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan melalui surat untuk selanjutnya dilakukan proses secara kepartaian sesuai AD/ART partai Golkar.”
Akhirnya: “Yang bersangkutan dapat dikenai sanksi tegas sesuai derajat kesalahannya. Dari yang ringan sampai pada pemecatan, tergantung pada hasil investigasi tim khusus dan klarifikasi dari yang bersangkutan.”
Beringsut ke sopir truk. Mengapa mereka selalu lewat situ? Sebab, itulah jalur tersingkat menuju proyek jalan tol Cijago. Jalan lain, memutar sangat jauh.
Dua sopir perusak portal terdahulu, bukan Misbah. Misbah sopir ke tiga perusak portal. Bisa jadi, Misbah tahu bahwa warga marah jika truk lewat situ, sehingga kemudian diportal. Karena, itulah jalur truk tersingkat ke Cijago. Dan, truk-truk material yang menuju proyek Cijago, pastinya suatu komunitas.
Maka, Misbah tetap lewat situ dan merusak portal, karena sopir lain juga merusak portal di situ. Misbah cuma meniru. Sebab, dia mungkin tahu, bahwa dua sopir terdahulu juga tidak disanksi.
Prof Albert Bandura dalam bukunya, “Social Learning Theory” (1977) menyebut, manusia melakukan sesuatu, karena meniru. Ketika manusia dilahirkan, tidak bisa apa-apa. Ia bisa tersenyum, ketawa, bicara, karena meniru (diajari) ortu.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi