Pembelajaran observasional versi Bandura, tidak selalu membutuhkan pengamatan orang lain untuk terlibat dalam suatu kegiatan. Melainkan, bisa pengamatan langsung oleh individu peniru (pembelajar). Langsung, melihat Bobo diperlakukan kasar.
Individu yang mendengar instruksi verbal, seperti mendengarkan podcast, video di medsos, televisi, juga mengarah pada pembelajaran. Individu juga bisa belajar dengan membaca, mendengar, atau menonton aksi tokoh-tokoh dalam buku dan film.
Jenis pembelajaran observasional inilah yang telah menjadi penangkal kontroversi, ketika orang tua dan psikolog memperdebatkan dampak media budaya pop pada anak-anak.
Bandura: “Banyak yang khawatir bahwa anak-anak dapat mempelajari perilaku buruk seperti agresi dari video game kekerasan, film, program televisi, dan video online.”
Ketika perilaku buruk dalam video menyebar ke masyarakat, bisa menimbulkan berbagai reaksi. Bisa dikecam, ditiru, didukung, didiamkan.
Terkait video sopir truk di Depok, warganet mayoritas mengecam Tajudin. Meskipun warganet tidak tahu latar belakang kejadian tersebut. Massa cenderung bertindak langsung, sebagai reaksi dari sesuatu yang mereka tonton.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi