Sebagaimana yang dikatakan oleh pakar ekonomi, Arin, dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Kenaikan BBM ini akan memicu inflasi dan menyebabkan daya beli masyarakat akan semakin menurun. Hal yang sama akibat kenaikan BBM ini maka industri akan melakukan penyesuaian, hal yang paling bisa dirasakan adalah akan terjadi pemutusan hubungan kerja. Pengangguran akan terjadi dimana mana.
“Dengan meningkatnya angka pengangguran, maka akan berujung pada peningkatan juga tingkat kemiskinan Indonesia,” tuturnya.
BACA JUGA: Anies Sosok Pilihan Pimpin Perobohan Pengaruh Oligarki di Istana Presiden
Arin menjelaskan data BPS per Maret 2022 menunjukkan garis kemiskinan mengalami kenaikan 3,975 persen dibandingkan September 2021 atau menjadi sekitar 505.469.
Sehingga tidak salah jika kondisi-kondisi yang ditimbulkan dari kenaikan harga BBM mendorong timbulnya permintaan akan kebijakan kompensasi, seperti BLT (Bantuan Langsung Tunai) maupun BSU (Bantuan Subsidi Upah) sebagai bentuk kompensasi atas kenaikan harga BBM,” katanya.
Kejamnya kebijakan pemerintah terhadap rakyat kecil, kelompok menengah kebawah, lalu pemerintah mewacanakan untuk melanjutkan periode kepemimpinannya menjadi tiga periode dengan menabrak konstitusi dengan alasan ini bagian demokrasi dan aspirasi. Lalu kita masih beri kesempatan, pertanyaannya masih waras nggak seh kita ini?
Di Jakarta kita mendapatkan contoh baik kepemimpinan Anies Baswedan. Kepemimpinan yang partisipatif, demokratis dan santun.
Selama lima tahun memimpin Jakarta, Anies mampu membuktikan janji janji politik dan keberpihakannya kepada rakyat, terutama rakyat kecil.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi