Kamis, 28 Mei 2026, pukul : 21:47 WIB
Surabaya
--°C

Masih Waras Nggak Seh Kita Ini?

KEMPALAN: WARAS adalah sebuah terminologi yang menunjukkan kondisi sehat, tak ada gangguan sedikitpun terhadap jasmani maupun rohani. Waras tidak sekedar hanya sehat secara fisik, waras menunjukkan keadaan sehat secara menyeluruh, baik fisik maupun psikis. Oleh karenanya dalam akronimnya waras selalu diposisikan berhadapan dengan kata gila, sinting atau kondisi yang berkaitan gangguan kejiwaan.

Kata waras memotret keadaan Indonesia, tentu secara otomatis akan membawa persepsi bahwa Indonesia sedang berada pada posisi berlawanan dengan keadaan waras. Mengapa? Karena memang keadaan Indonesia sedang tidak baik baik saja.

Betapa tidak, berdasarkan data yang ada, jumlah hutang kita sudah membengkak sampai 7000 T, namun sayangnya ambisi pembangunan yang belum prioritas dipaksakan untuk dilakukan, akibatnya anggaran negara yang sejatinya digunakan untuk subsidi rakyat, dialihkan untuk kepentingan yang belum prioritas.

BACA JUGA  Bolehkah Presiden Berqurban dengan Dana APBN Diatasnamakan Presiden Tersebut?

BACA JUGA: Mengapa Anies Selalu Disalahkan?

Sebagai contoh pembangunan IKN yang seharusnya belum menjadi prioritas, tapi dipaksakan untuk dilakukan akibatnya rakyat yang mestinya disubsidi harus menanggung bebannya sendiri. Waras nggak seh kita?

Situasi bangsa yang terpecah belah, akibat ulah buzzer yang dibiayai istana, bangsa ini dicekoki narasi narasi fitnah dan bohong hanya untuk menutupi ketidak mampuan pemerintah melindungi dan mensejahterakan rakyatnya. Hukum tajam kebawah dan rakyat biasa serta mereka yang dianggap berbeda, tapi tumpul kekawan dan pejabat istana, keadilan susah didapat, orang bilang kalau kita kehilangan sapi jangan lapor ke polisi, kita akan kehilangan lagi. Kalau sudah seperti ini, apa yang bisa kita harapkan dengan model pemerintahan seperti ini. Kalau kemudian rezim model seperti ini dan penerusnya kita beri kesempatan lagi, masih waras nggak seh kita ini?

BACA JUGA  Berebut Kursi Rumah Para Juara: Keketatan SNBT Unesa Tembus 12,2 Persen, Rumpun Kesehatan Mendominasi

Masih ingat dengan pidato presiden tanggal 16 Agustus 2022 dihadapan DPR, saat itu presiden mengatakan APBN kita surplus dan ada sekitar 506 Trilyun yang bisa dicadangkan untuk subsidi BBM. Bahkan presidenpun mengatakan tidak akan ada kenaikan BBM, belum genap satu bulan, tiba – tiba dengan alasan kondisi fiskal keuangan kita yang mengkhawatirkan, subsidi akan jadi beban, lalu BBM dinaikkan, akibatnya rakyat kecilpun akhirnya dibuat kelimpungan, harga – harga kebutuhan pokok melambung, antrian BBM terjadi dimana mana, daya beli masyarakat menjadi lemah bahkan diperkirakan jumlah pengangguran dan kemiskinan akan semakin meningkat.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.