Dr Yanhui Xiang, asisten profesor psikologi, dan dua mahasiswanya, Wang Jin dan Mo Lei, dalam karya mereka bertajuk, “The Deeper the Love, the Deeper the Hate”. Dipublikasi di jurnal ilmiah kampus itu pada 7 Desember 2017.
Jumlah responden 60, mahasiswa-mahasiswi universitas tersebut. Satu responden dikeluarkan, karena kurang memahami instruksi periset.
59 responden (30 laki-laki, 29 perempuan) usia rata-rata 20.
Rincian responden: 18 persen mengatakan, mereka mencari hubungan (pacar). 33 persen sedang menjalin hubungan. 24 persen pernah putus cinta. 25 persen tidak pernah menjalin hubungan.
Kepada mereka diberi simulasi, memilih pacar, tahap selanjutnya seolah berpacaran. Riset selama kurun waktu tertentu. Hasilnya, begini:
1) Perasaan cinta dipengaruhi kesamaan antar dua individu yang bercinta.
Artinya, individu responden yang secara eksperimental dibujuk untuk mengalami perasaan cinta, merasakan cinta yang lebih kuat terhadap seseorang dari lawan jenis, yang mirip dengan mereka.
Kesamaan menyangkut status sosial, hobi, bidang studi, makanan kesukaan, cara berpikir, tingkat kecerdasan.
Sampai batas tertentu, mereka menganggap “kesamaan”, faktor penting yang berkaitan dengan kepuasan hubungan. Anggapan itu terbukti akurat.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi