Kamis, 4 Agustus 2022. AB menelepon EYW ngajak ketemuan. EYW setuju. Disepakati ketemu di suatu tempat, di Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Sebelum EYW tiba di titik temu, AB mengatur: Tiga pria kenalannya, AMK, MHF dan NPA, ngumpet di sekitar TKP.
EYW datang sendirian. Tiba di TKP, langsung diserbu AMK berpisau, MHF menghajar EYW dengan tangan kosong. Dalam sekejap EYW luka parah.
Kompol Maulana: “Luka korban, parah. Terutama yang dibacok di kepala. Batok kepala hampir terbelah. Dan luka-luka kecil di badan.”
Korban tumbang berdarah-darah. Para pelaku kabur. Pelaku mengira, korban sudah tewas. Tapi, setelah dilarikan ke rumah sakit, EYW bisa diselamatkan. Sampai ini ditulis, EYW masih dirawat di RS.
Polisi menyidik kasus ini cukup lama. Akhirnya, AB ditangkap polisi pada Kamis, 22 September 2022. Atau sebulan lebih dari saat kejadian. Berikutnya ditangkap para pelaku lainnya.
Maulana: “Hasil penyidikan dari pelaku, tidak ada iming-iming uang (bayaran) dari AB. Motifnya dendam lama, terkait cinta segi tiga. Tapi, masih terus kami dalami lagi.”
Cinta segi tiga, berakhir kejam. Topik yang lazim. Dan mengerikan. Tapi, mengapa sampai segitu benci? Bukankah, dulu mereka saling cinta?
Soal ini ada risetnya. Riset dilakukan dosen dan mahasiswa Normal University (berdiri 1933), Guangzhou, China, pada 2017.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi