Buku ini diterbitkan oleh Forum Sastra Bersama Surabaya (FSBS), Februari 2014; dan kemudian dibacakan di Galeri Dewan Kesenian Surabaya bertajuk Malsalis (Malam Sastra Jurnalis). Ketika acara gelaran Malsalis, berbarengan dengan peluncuran majalah sastra Kalimas, 22 Februari 2014.
Ketika itu yang jadi koordinator kebetulan saya (Aming Aminoedhin), maka dalam pengantarnya buku saya menulis antara lain: Jika para guru bisa menggelarpentaskan Malsabaru (Malam Sastra bagi Guru), barangkali tidaklah salah jika jurnalis jua bisa buat acaranya sendiri. Membaca puisi karya jurnalis itu sendiri.
BACA JUGA: Merawat Kenangan
Yang perlu kita sadari, suatu kehadiran terkadang memang hanya satu kebetulan semata. Kebetulan bertemu, kebulan sama-sama menulis puisi, sama-sama ingin membaca puisi. Yang terpenting pula, mari dalah hidup ini kitaisi dengan perbuatan bermakna. Keliru tidak malu, yang benar mari kita kejar selalu. Mari!
Jadi, acara gelaran wartawan/jurnalis baca puisi memang sudah diawali sejak 2014 lalu, Jika dulu Aming Aminoedhin yang koordinator, kini yang lebih muda Kris Maryono yang harus gigih berjuang untuk kelanjutannya. Bahkan lebih baik, karena bisa bentuk Komunitas Warumas, dan telah dua kali terbitkan buku. Hebat!. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi