Rabu, 3 Juni 2026, pukul : 15:46 WIB
Surabaya
--°C

Antologi Puisi Warumas: Dari Malsalis hingga Kucinta Negeri Kutulis Puisi

Buku antologi “Kutulis Puisi Ini” dicetak oleh penerbit Meja Tamu, Sidoarjo, berisi 70 judul puisi, yang terdiri dari 132 halaman (xviii + 114), cetakan pertama Februari 2022. Digelar-bacakan pada pagi hingga siang di Graha Roeslan Abdul Gani, Untag Surabaya oleh para penya-irnya. Mereka tampil secara bergantian, yaitu: Adam A Chevny, Amang Mawardi, Aming Aminoedhin, Karyanto, Kris Mariyono, Toto Sonata dan Widodo Basuki. Sedang nama lainnya, sayang tak bisa hadir dan tampil pada perhelatan itu: Leres Budi Santosa, Rokim Dakas, Moham-mad Rohanudin, dan Santoso.

BACA JUGA:  ”Kucinta Negeri, Kutulis Puisi”, Antologi Wartawan Usia Emas

Tampilan pembacaan mereka cukup lumayan bagus, dan ada juga yang menyelipkan baca geguritan (puisi bahasa Jawa) dalam pembacaannya, yaitu Aming dan Widodo Basuki. Meski demikian tampilan mereka para penyair cukup menarik, dan bahkan selang beberapa waktu berikutnya acara baca puisi ini sudah diunggah di Youtube oleh Amang Mawardi.

BACA JUGA  DPRD Surabaya Matangkan Raperda Air Limbah Domestik, Pengelolaan Difokuskan ke PDAM

Puisi Ini Kutulis Pakai Komputer

Jika saja kita mau menoleh ke belakang, tepatnya tahun 2014, komunitas wartawan dan mantan wartawan pernah juga buat kumpulan puisi, bertajuk Puisi Ini Kutulis Pakai Komputer. Dalam buku ini memuat karya puisi dari 13 penyair, yaitu: Widodo Basuki, Kris Maryono, JFX Hoery, Yayuk Manan AS, Aming Aminoedhin, Jil Kalaran, R. Giryadi, Sirikit Syah, Samsudin Adlawi, Amang Mawardi, Leres Budi Santosa, M. Anis, dan Toto Sonata.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.