Buku antologi “Kutulis Puisi Ini” dicetak oleh penerbit Meja Tamu, Sidoarjo, berisi 70 judul puisi, yang terdiri dari 132 halaman (xviii + 114), cetakan pertama Februari 2022. Digelar-bacakan pada pagi hingga siang di Graha Roeslan Abdul Gani, Untag Surabaya oleh para penya-irnya. Mereka tampil secara bergantian, yaitu: Adam A Chevny, Amang Mawardi, Aming Aminoedhin, Karyanto, Kris Mariyono, Toto Sonata dan Widodo Basuki. Sedang nama lainnya, sayang tak bisa hadir dan tampil pada perhelatan itu: Leres Budi Santosa, Rokim Dakas, Moham-mad Rohanudin, dan Santoso.
BACA JUGA: ”Kucinta Negeri, Kutulis Puisi”, Antologi Wartawan Usia Emas
Tampilan pembacaan mereka cukup lumayan bagus, dan ada juga yang menyelipkan baca geguritan (puisi bahasa Jawa) dalam pembacaannya, yaitu Aming dan Widodo Basuki. Meski demikian tampilan mereka para penyair cukup menarik, dan bahkan selang beberapa waktu berikutnya acara baca puisi ini sudah diunggah di Youtube oleh Amang Mawardi.
Puisi Ini Kutulis Pakai Komputer
Jika saja kita mau menoleh ke belakang, tepatnya tahun 2014, komunitas wartawan dan mantan wartawan pernah juga buat kumpulan puisi, bertajuk Puisi Ini Kutulis Pakai Komputer. Dalam buku ini memuat karya puisi dari 13 penyair, yaitu: Widodo Basuki, Kris Maryono, JFX Hoery, Yayuk Manan AS, Aming Aminoedhin, Jil Kalaran, R. Giryadi, Sirikit Syah, Samsudin Adlawi, Amang Mawardi, Leres Budi Santosa, M. Anis, dan Toto Sonata.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi