Rabu, 3 Juni 2026, pukul : 15:03 WIB
Surabaya
--°C

Antologi Puisi Warumas: Dari Malsalis hingga Kucinta Negeri Kutulis Puisi

KEMPALAN: BERITA soal terbitan buku Kucinta Negeri Kutulis Puisi beserta peluncuran bukunya memang gegap gempita. Banyak media on-line memberitakannya secara hampir bersamaan, baik sebelum dan sesudah acaranya digelar. Jangan salah, soalnya mereka semua adalah mantan dan masih wartawan di berbagai media-massa baik cetak maupun on-line.

Seperti media Kempalan.com (22/9/2022) beritakan peluncuran itu yang antara lain dikatakan bahwa acara itu, mengulang sukses acara sebelumnya softlaunching di Surabaya Suites Hotel. Kali ini launching buku antologi puisi “Kucinta Negeri, Kutulis Puisi” diadakan di kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Jl Menur Pumpungan Surabaya, Selasa (20/9/2022) berlangsung meriah. Buku Antologi Puisi tersebut karya 12 wartawan yang tergabung dalam komunitas Warumas (Wartawan usia Emas).

BACA JUGA  Polsek Balongbendo Kawal Perkembangan Jagung Hibrida untuk Swasembada Pangan

Sambutan pihak Perpusip Jatim oleh Dwiko Yudhi Widodo, SH, M.AP, mewakili Kepala Dinas Perpustakaan & Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Ir. Tiati S.Suwardi, M.Si yang berhalangan hadir, menyatakan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi kepada para wartawan usia emas yang masih semangat berkarya di usia yang tak lagi muda. Semangat komunitas Warumas ini bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda.

BACA JUGA:  Launching ”Kucinta Negeri, Kutulis Puisi”, Komunitas Warumas Bisa Menjadi Inspirasi Anak Muda

Selanjutnya Dwiko memberi kesempatan luas kepada komunitas Warumas untuk terus berkarya. “Silakan menggunakan kantor kami untuk rapat, acara bedah buku dan sebagainya. Kita akan memfasilitasi sepenuhnya,” kata Sekretaris Dinas Perpustakaan tersebut sambil menunjuk studio podcast yang juga bisa dimanfaatkan secara maksimal.

BACA JUGA  Sidoarjo Berburu Talenta E-Sports: Cetak Generasi Emas Menuju Panggung Regional dan Nasional

Menurut Ketua Warumas, Kris Maryono, buku antologi puisi karya wartawan usia emas ini merupakan penerbitan yang kedua. Buku ini merupakan persembahan komunitas wartawan usia emas (usia 50 tahun ke atas) menyambut 77 tahun Indonesia Merdeka. Sedangkan para penulis yang terangkum dalam buku setebal 127 halaman tersebut antara lain: Amang Mawardi (Surabaya), Aming Aminoedhin (Mojokerto), Arieyoko (Bojonegoro), Achmad Pramudito (Sidoarjo), Nur Khasanah Yuliastiani (Surabaya), Imung Mulyanto (Sidoarjo), H. Karyanto (Sidoarjo), Kris Maryono (Sidoarjo), Rokim Dakas (Nganjuk), Sasetya Wilutama (Surabaya), Toto Sonata (Surabaya), dan Widodo Basuki (Sidoarjo).

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.