Senin, 29 Juni 2026, pukul : 08:39 WIB
Surabaya
--°C

Mayat Gosong di Semarang, Teori Agresif

Shri Ramesh Arora dan Neetu Gupta dalam buku mereka bertajuk: “Profile of Mutilation Murder in Northern Medico legal Jurisdiction of Himachal Pradesh, India” (2013) menyatakan, umumnya pelaku menggunakan senjata sangat tajam. Biar cepat.

Pembunuhan diikuti mutilasi, di buku itu diklasifikasi empat jenis. demikian:

1) Defensif. Pembunuh bertujuan defensif. Berusaha menghilangkan identitas korban. Sehingga menyulitkan penyidik melacak pelaku.

BACA JUGA: Kena PTSD, Suami Bakar Isteri di Depok

2) Agresif. Pembunuh juga bertujuan menghilangkan jejak. Dengan memotong mayat secara agresif. Bahkan berlebihan, karena khawatir identitas korban masih bisa dikenali polisi.

3) Ofensif. Pembunuhnya sadis. Mencacah mayat, menjadi beberapa bagian. Pembunuhnya sadis atau dendam kesumat terhadap korban.

BACA JUGA  Tradisi Kita Terlalu Berharga untuk Dibuang

4) Necromantic. Pembunuh sakit jiwa. Memotong bagian tertentu mayat, dijadikan kenang-kenangan. Misal, potongan payudara, kepala, atau bagian lain yang akan disimpan pembunuh.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.