Rahasia Lie Detector terkait Pembunuhan Yosua

waktu baca 6 menit
Ilustrasi: Kolase Kempalan.com

KEMPALAN: Hasil tes kebohongan Eliezer, Ricky dan Kuat Makruf, dilaporkan Polri: Semua jujur. Dikritisi pakarnya, Handoko Gani: “Aneh. Sebab, cerita Eliezer dengan Kuat Makruf kontradiktif,” katanya ke pers, Rabu (7/9).

***

PERKARA pembunuhan Brigadir Yosua ini tak ada habisnya diberitakan media massa. Apalagi di medsos. Lebih ngawur lagi.

Sejak Jumat, 8 Juli 2022, sampai hari ini sudah dua bulan, “tiada hari tanpa berita Ferdy Sambo”. Berarti, perhatian masyarakat begitu besar.

Terbaru soal lie detector (tes kebohongan). Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian kepada wartawan, Selasa (6/9) mengatakan:

BACA JUGA: Pinangki, Selamat Datang Kembali ke Dunia Bebas

“Barusan saya dapat hasil sementara uji polygraph terhadap RE (Bharada Richard Eliezer), RR (Bripka Ricky Rizal), dan KM (Kuat Makruf), hasilnya ‘no deception indicated’ alias jujur.”

Dilanjut: “Uji poligraf bertujuan untuk memperkaya alat bukti petunjuk dalam perkara ini.”

Tapi, hasil “tiga jujur” diragukan Handoko Gani, sebagai instruktur lie detector di Jakarta. Ia juga instruktur hipnotis, dan authorized operator alat pendeteksi emosi, layered voice analysis (LVA).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *