Mereka hidup dengan gaya serba bebas, seks bebas, alkohol, dan obat bius menjadi bagian dari gaya hidup mereka. Itulah generasi hippies yang hidup serba bebas dan memimpikan dunia yang serba bebas, tidak ada ikatan dan tidak ada aturan dari negara maupun otoritas apa pun.
Itulah adalah dunia impian ala ‘’Imagine’’ dari John Lennon. Sebuah dunia yang sangat idealistis dan nyaris mustahil diwujudkan mirip dunia ‘’Utopia’’ ciptaan Thomas More pada abad ke-15, indah tapi ada di awing-awang khayalan.
Anak-anak kecil punya imajinasi yang tak kalah canggih dari orang dewasa. Mereka juga menginginkan sebuah dunia yang jujur tanpa kekerasan dan peperangan. Itulah yang diangankan oleh Pinokio, seorang anak laki-laki yang merupakan perwujudan dari sebuah boneka kayu.
BACA JUGA: Kandang Bubrah
Dalam kisah ‘’Petualangan Pinochio’’ yang diciptakan oleh pengarang Italia Carlo Collodi diceritakan bahwa sebuah boneka ciptaan tukang kayu berubah menjadi anak laki-laki atas bantuan peri. Si Pinokio menjadi anak yang bengal dan suka membuat marah orang tuanya. Sang peri kemudian mengeluarkan kesaktiannya lagi. Setiap kali berbohong hidung Pinokio memanjang. Begitu setiap hari, sampai akhirnya Pinokio berhenti berbohong dan menjadi anak penurut dan jujur.
Itulah dunia yang sempurna, the perfect world, dalam angan-angan John Lennon dan si Pinokio. Dalam kenyataannya dunia jauh dari sempurna. Setiap hari orang berbohong di mana-mana. Saking banyaknya orang yang saling membohongi muncul ungkapan yang sangat terkenal ‘’Jangan Ada Dusta di Antara Kita’’.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi