LONDON-KEMPALAN: Voting pemilihan Perdana Menteri Britania Raya pengganti Boris Johnson sudah berlangsung—dan Liz Truss yang merupakan Menteri Luar Negeri diekspektasikan memenangi kontestasi tersebut.
Pemilihan melalui daring sudah dilakukan oleh seluruh kader Partai Konservatif Britania Raya dan telah ditutup pada Jumat (2/8)—dimana nantinya akan dilihat siapa yang menjadi pemimpin Britania Raya selanjutnya.
Pada saat ini, hanya ada dua nama yang menjulang tinggi dan diekspekstasikan menjadi Perdana Menteri yang menggantikan Boris Johnson yaitu Liz Truss yang merupakan Menteri Luar Negeri dan Rishi Sunak yang merupakan Menteri Keuangan.
Hasil akhir dari voting tersebut akan diumumkan pada Senin (5/8) pukul 12.30 Siang waktu setempat.
Dengan adanya kontestasi tersebut, Ketua Umum Partai Konservatif yaitu Andrew Stephenson mengucapkan terima kasih kepada dua kandidat karena telah bertarung dalam kontestasi dengan semangat yang baik demi masa depan Britania Raya yang lebih baik.
“Saya tahu partai kami siap untuk bersatu dengan pemimpin baru nantinya—dan siap untuk menghadapi semua permasalahan yang dihadapi negara kami” ucap Andrew.
Voting yang diikuti oleh sekitar 200.000 kader Partai Konservatif menunjukkan hasil sementara bahwa Liz Truss sudah unggul sementara dari Rishi Sunak.
Hal tersebut terjadi karena Truss selalu berkampanye mengenai pemotongan pajak dan juga memprioritaskan pertumbuhan ekonomi diatas segalanya—yang kemudian mendapatkan banyak dukungan karena pada saat ini Britania Raya sedang mengalami inflasi tertinggi se-dekade dan diperkirakan akan menuju ke resesi.
“Saya memiliki rencana matang yang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan juga meningkatkan gaji kepada semua rakyat” ucap Liz Truss dalam kampanyenya.
“Jika saya terpilih menjadi Perdana Menteri, saya tidak akan mengecewakan dan akan menggunakan seluruh kekuatan saya untuk membuat negara kami kembali berjaya” ucap tambahnya.
Menanggapi kampanye Truss, Rishi Sunak yang merupakan rivalnya mengatakan bahwa rencana tersebut sangat ‘Ceroboh’ karena dapat memperparah inflasi.
Dengan latar belakangnya sebagai Menteri Keuangan, Rishi Sunak berkampanye bahwa hanya dirinya yang tepat memegang jabatan tersebut.
“Kami menghadapi tantangan besar kedepan—namun juga keuntungan yang besar. Saya tahu ini waktu yang sulit, namun saya bisa melakukannya (Merujuk ke Pandemi COVID-19) sebagai Menteri Keuangan, dan saya akan melakukannya lagi sebagai Perdana Menteri” ucap Rishi Sunak.
Melihat rivalitas berat antara Liz Truss dan Rishi Sunak, kemudian, siapa yang berhak menduduki bangku Perdana Menteri Britania Raya?
(Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi