Jokowi dengan penuh percaya diri berkata di panggung–sambil berkali-kali menunjuk dadanya–‘’Saya akan taat kepada konstitusi dan kehendak rakyat’’. Jokowi mengulanginya 2 kali untuk memberi penegasan sikapnya.
Kalimat itu bersayap. Para pundit politik mengatakan bahwa Jokowi sengaja memakai kalimat bersayap supaya bisa terbang mengukuti angan-angannya mendapatkan perpanjangan 3 periode. Hasil voting yang menempatkannya pada posisi teratas dianggapnya sebagai indikator bahwa rakyat menghendakinya tanduk 3 periode.
Di mana pun di seluruh penjuru dunia, presiden petahanaa pasti unggul dalam setiap survei, kecuali presiden yang kinerjanya hancur-hancuran. Pada akhir periode kepemimpinan SBY-pun namanya pasti ada di tempat teratas pada setiap polling. Jadi, kalau Jokowi menganggap hasil voting musra sebagai indikator kehendak rakyat, bisa jadi Jokowi mengalami political myopia, alias rabun politik.
BACA JUGA: Gorby
Jokowi menegaskan akan taat konstitusi. Pertanyaannya, konstitusi yang mana. Kalau kemudian wacana 3 periode menggelinding, dan fraksi-fraksi di DPR melakukan amandemen terhadap konstitusi dan membolehkannya menjabat 3 periode, maka Jokowi akan taat.
Wacana 3 periode bukan sekadar soal amandemen terhadap konstitusi. Lebih penting lagi pembatasan jabatan kepresidenan 2 periode adalah amanat reformasi, anak kandung perjuangan reformasi 1998. Pada tahun-tahun itu Jokowi bukan siapa-siapa, dia masih asyik berdagang furniture di Solo.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi