Selasa, 9 Juni 2026, pukul : 13:37 WIB
Surabaya
--°C

Kehendak Rakyat

Kehendak rakyat atau ‘’general will’’ adalah mantra yang bisa menjadi senjata untuk berkuasa. Filosof Prancis Jean Jaques Rosseau kali pertama memperkenalkan frasa kehendak rakyat pada abad ke-18 menjelang Revolusi Prancis. Kehendak rakyat adalah kehendak rakyat mayoritas, yang sangat mungkin menutupi kehendak rakyat lain yang tidak setuju.

Kehendak rakyat menjadi sumber tirani mayoritas, karena suara minoritas tenggelam oleh gegap gempita mayoritas. Muncullah fenomena ‘’spiral of silence’’ atau pilinan keheningan, suara rakyat yang tidak terdengar karena ketakutan oleh intimidasi suara yang lebih keras. Fenomena spiral of silence ini sering menjadi fenomena gunung es yang tidak terlihat dari permukaan air.

BACA JUGA  Akselerasi Ekonomi Digital, STIE YAPAN Surabaya dan IPBI Bali Satukan Sinergi Strategis

Teori kehendak rakyat Rosseau melahirkan ‘’Social Contract’’ atau Kontrak Sosial yang melahirkan pemerintahan demokrasi. Tetapi, demokrasi ala Rosseu adalah demokrasi radikal. Demokrasi perwakilan yang lahir dari kontrak sosial justru merampas kebebasan rakyat. Demokrasi perwakilan menjadi demokrasi semu, karena rakyat hanya berdaulat saat memilih dalam pemilu. Setelah itu, kedaulatan dikendalikan oleh oligarki yang menguasai parlemen.

BACA JUGA: Khofifah Show

Sejarah menunjukkan bahwa Rosseau mengilhami lahirnya Revolusi Prancis yang menjadi tonggak demokrasi dunia. Tapi, sejarah juga mencatat bahwa Revolusi Prancis melahirkan seorang diktator bernama Napoleon Bonaparte.

Di Indonesia, kehendak rakyat yang dimanipulasi—tidak mustahil—akan melahirkan seorang diktator (lagi). (*)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.