BOGOR-KEMPALAN: Ambisi Surabaya Bhayangkara Samator mengakhiri putaran pertama di Proliga 2022 ini akhirnya gagal terwujud. Alih-alih menuntaskan permainan Jakarta Pertamina Pertamax, Nizar Julfikar dkk malah harus menelan kekalahan dalam pertandingan yang berjalan lima set tersebut.
Dalam laga yang berlangsung di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, Sabtu (29/1), Bhayangkara Samator menyerah 2-3 (19-25, 25-19, 15-25, 25-21, 9-15). Bukan hanya menelan kekalahan, Bhayangkara Samator pun harus menyerahkan gelar juara putaran pertama Proliga 2022 kepada Pertamina Pertamax.
Asisten pelatih Bhayangkara Samator Affan Priyo Wicaksono menuturkan, secara permainan anak asuhnya dalam laga itu buruk dalam receive dan passing-nya. ’’Malam ini (Sabtu malam) belum maksimal,’’ sebut Affan yang menggantikan sementara pelatih Sigit Ari Widodo tersebut.
Affan enggan menyebut kelemahan tersebut sebagai garis besar dari kelemahan permainan skuad asuhannya sepanjang putaran pertama Proliga 2022 ini. Sebaliknya, Affan mengakui permainan yang ditunjukkan pemain-pemain Pertamina Pertamax malam itu lebih sempurna.
’’Akurasi serve-nya bagus. Sehingga kita belum bisa menerima dengan maksimal. Akhirnya pola atau variasi permainannya juga tidak berkembang,’’ tutur mantan pemain pilar Samator tersebut. Semua kelemahan ini akan dimasukkan dalam agenda evaluasi untuk putaran kedua yang digelar dua pekan lagi.
’’Bukan hanya dalam hal passing dan receive saja yang akan kami benahi, melainkan semua aspek dari permainan kami yang akan kami benahi dan akan kami matangkan lagi,’’ sambung Affan.
Sementara itu, dengan mengakhiri putaran pertama sebagai juara, Pertamina Pertamax pun dapat mengikuti jejak tim putri, Jakarta Pertamina Fastron. Kedua tim milik Pertamina itu sama-sama menahbiskan diri sebagai juara putaran pertama.
Selain berhak menyandang status juara putaran pertama, Pertamina Pertamax pun berhak dengan hadiah uang pembinaan senilai Rp 15 juta. Pelatih Pertamina Pertamax Pascal Wilmar menyebut hanya satu kunci utama kemenangan anak asuhnya atas Bhayangkara Samator.
’’Disiplin. Kita kuncinya ada di blok dan servis. Servis dari pemain-pemain kami bagus, mereka (Bhayangkara Samator) tidak mampu berkembang permainannya. Kami ambil dari situ,’’ ungkap Pascal.
Taktik saat set ketiga menggantikan Mahfud Nurcahyadi dengan Agung Seganti untuk menekan pemain asing Bhayangkara Samator Tim Taylor juga jitu. ’’Saya tahu Agung punya servis bagus, dan bule (Taylor) kurang bagus dalam bola pertama. Saya bilang, kasih ke dia (Taylor) terus dan itu berhasil,’’ buka Pascal. (Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi