Jumat, 8 Mei 2026, pukul : 02:52 WIB
Surabaya
--°C

Presiden (Perem)Puan

Manuver SBY menelikung Mega ini sama saja dengan creeping coup yang dilakukan Jokowi, meskipun cara dan strategisnya berbeda. Ujung-ujungnya Mega dibuat terpojok dan tidak punya pilihan kecuali menyerahkan kepresidenan kepada orang lain.

Pengalaman pahit itu sekarang diantisipasi dengan lebih siap oleh Mega. Kali ini Mega tidak punya cukup waktu lagi. Ia berpacu dengan waktu, it’s now or never, sekarang atau tidak sama sekali. Pemilu presiden 2024 sudah di depan mata, dan usia Mega sudah merambat semakin sepuh. Ia harus mengamankan partai dan sekaligus mengamankan legasi politiknya.

BACA JUGA: Sportwashing

Mega harus mengamankan trah Soekarno dengan mewariskan kepemimpinan kepada Puan Maharani sebagai putri mahkota. Persoalan menjadi pelik karena elektabilitas Puan masih tetap sulit bergerak dari angka satu koma. Ketika pesaing-pesaingnya sudah berlari dengan elektabilitas di atas 20 persen, Puan masih berkutat di juru kunci terbawah.

Mega tidak mau lagi mengalami penelikungan seperti yang dialaminya dari SBY. Mega juga tidak mau mengalami kudeta senyap seperti yang dilakukan oleh Jokowi. Karena itu tidak ada pilihan lain bagi Mega kecuali memunculkan Puan untuk menjadi calon presiden dari PDIP.

Ancaman kudeta senyap paling nyata muncul dari Ganjar Pranowo. Ancaman penelikungan ala SBY muncul dari Jokowi yang diam-diam menyiapkan calon sendiri untuk menjadi suksesornya pada 2024. Ganjar dan Jokowi sama-sama petugas partai yang ditunjuk oleh Mega menjadi gubernur dan presiden. Karena itu Mega berani tegas menghadapi dua petugas itu.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.