Kamis, 28 Mei 2026, pukul : 10:24 WIB
Surabaya
--°C

Khofifah Luncurkan Operasional Bus Trans Jatim

SIDOARJO-KEMPALAN: Gubernur JawaTimur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan operasional Bus Trans Jatim koridor 1 yang melayani rute Surabaya Raya, yakni Sidoarjo-Surabaya-Gresik di Terminal Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (19/8).

Dalam rangkaian peluncuran ini, tiga kepala daerah di kawasan Surabaya Raya dihadirkan. Yaitu Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Saat peresmian, Gubernur Khofifah bersama tiga kepala daerah di Surabaya Raya menjajal langsung Bus Trans Jatim ini dengan berkeliling kawasan Terminal Porong.

Menurut Khofifah, transportasi publik sangat dibutuhkan untuk wilayah Surabaya Raya ini. Dimana jumlah penduduk yang semakin bertambah, tetapi ruas jalan tidak bertambah. “Pasti ada kemacetan,” kata Khofifah kepada awak media.

Gubernur Khofifah berharap, Bus Trans Jatim ini nantinya akan mengurangi kemacetan di jalan, lalu mengurangi angka kecelakaan lalu lintas akibat padatnya kendaraan pribadi. “Bagaimana juga bisa dikurangi gas emisi buang. Jadi artinya polusi juga terkurangi,” ungkap Khofifah.

BACA JUGA  RPH Surabaya Pastikan Pemotongan Kurban Iduladha 2026 Higienis dan Sesuai Syariat

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan, Bus Trans Jatim koridor 1 ini diharapkan akan semakin meningkatkan koneksitas kekuatan ekonomi di wilayah Ring 1, yakni tiga daerah tersebut. “Kekuatan ekonomi di Ring 1 Jawa Timur, ini diharapkan akan bisa membangun percepatan pertumbuhan yang lebih inklusif lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono mengungkapkan, layanan angkutan massal Bus Trans Jatim ini diharapkan akan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas. “Angka kecelakaan sangat memprihatinkan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Pemprov Jatim melalui Dishub, lanjut Nyono, menyediakan Bus Trans Jatim ini, dengan harapan mendapatkan kepercayaan dari penumpang.

“Kami ingin ada layanan angkutan umum berbasis jalan yang baik, sehingga penumpang kembali menggunakan angkutan umum dan menanggalkan motornya,” ucapnya.

Saat ini total ada sebanyak 22 armada bus, dimana 20 diantaranya dioperasionalkan, sedangkan 2 bus menjadi cadangan.

Dishub Jatim menyediakan 32 halte, masing masing dari Sidoarjo-Surabaya-Gresik sebanyak 15 halte, sedangkan dari Gresik-Surabaya-Sidoarjo, sebanyak 17 halte.

“Dimulai Terminal Porong, Terminal Pasar Larangan, kemudian masuk Tol Sidoarjo, Terminal Purabaya, masuk tol Romokalisari, lalu masuk Gresik di Terminal Bunder,” kata Nyono.

BACA JUGA  Mengapa NPD Tak Suka di Rumah ?

Masyarakat dapat menikmati layanan Bus Trans Jatim ini secara gratis selama seminggu sejak diluncurkan. Selanjutnya, hanya membayar Rp 2.500 untuk pelajar dan santri, sedangkan maayarakat umum dikenakan Rp 5 ribu.

Bus Trans Jatim koridor 1 ini untuk sementata menggunalan sistem headway setiap 10 hingga 15 menit di jam-jam sibuk saat pagi hari. Dan yang istimewa, layanan bus Trans Jatim ini menyediakan petugas operasional pramugara dan pramugari bus.

Selain itu, Bus Trans Jatim memiliki sejumlah keunggulan. Bus dilengkapi dengan fasilitas digital yang modern sebagai penunjang sekaligus mempermudah masyarakat dalam menggunakan Bus Trans Jatim.

Yaitu dilengkapi dengan GPS yang dapat dilihat semua pengguna Bus Trans Jatim, di mana lokasi bus dan rute pelayanan yang diberikan. Lokasi bus tersebut dapat dilihat di aplikasi Trans Jatim Ajaib. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.