Menu

Mode Gelap

kempalanews · 21 Apr 2022 04:59 WIB ·

Masih Ada Warga Hidup di Gubuk Tak Layak, Ketua DPD RI Prihatin


					Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyampaikan rasa prihatinnya untuk warga asal Gorontalo, Husin Sabali, yang hidup menyendiri selama sepuluh tahun dalam gubuk reyot dan tidak layak huni. Perbesar

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyampaikan rasa prihatinnya untuk warga asal Gorontalo, Husin Sabali, yang hidup menyendiri selama sepuluh tahun dalam gubuk reyot dan tidak layak huni.

SURABAYA -KEMPALAN: Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyampaikan rasa prihatinnya untuk warga asal Gorontalo, Husin Sabali, yang hidup menyendiri selama sepuluh tahun dalam gubuk reyot dan tidak layak huni.

Warga Kelurahan Bongohulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, tinggal di dalam gubuk peninggalan orangtuanya.

“Tentu kita prihatin masih ada warga yang tidak mendapat perhatian hidup layak. Kita berharap ada perhatian dari pemerintah terhadap kondisi warga tersebut. Ini realita negara kita yang semakin miris,” kata LaNyalla di sela kegiatan resesnya di Jawa Timur, Rabu (20/4/2022).

Husin hidup menyendiri tanpa air dan aliran listrik bahkan jika hujan gubuk reyot tidak mampu menahannya dari dinginnya malam. Pekerjaannya sebagai buruh di ladang, membuat Husin harus berharap pada pemberian para tetangganya.

Dengan kondisi dinding bambu dan atap rumah yang rusak tak membuat husin untuk berpindah tempat, pasalnya rumah berukuran 4×4 meter persegi ini adalah rumah peninggalan orang tuanya

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, menyampaikan rasa prihatin dan malu setelah melihat rumah Husin yang tak layak huni, pasalnya rumah reot ini berada pusat Kabupaten Gorontalo.

Menurut LaNyalla, keprihatinan itu muncul karena tanggung jawab pemimpinnya. Seandainya rumah reyot Husin ada desa, bisa jadi tidak membuat prihatin dan malu sang bupati.

“Pemimpin harusnya malu jika ada warganya miskin bahkan tinggal di gubuk yang tidak layak huni. Namun jika sebaliknya, ini merupakan sistem pemerintahan oligarki yang homo homini lupus. Hanya mementingkan karier politik. Rakyat kita sedang menangis,” ujar Senator asal Jawa Timur itu.(*)

Editor: Freddy Mutiara

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Merayakan Hari Buku Nasional 2022, Memperkenalkan Penerbit Ininnawa: Dari Sulawesi, Untuk Indonesia

17 Mei 2022 - 12:02 WIB

Gubernur Khofifah Sampaikan Duka Cita Atas Korban Kecelakaan Bus Pariwisata di Jalan Tol Mojokerto-Surabaya KM 712

17 Mei 2022 - 06:15 WIB

Jenguk Korban Korban Laka Lantas Tol Sumo di Sejumlah RS, Wali Kota Eri Cahyadi Minta Penanganan Terbaik

16 Mei 2022 - 19:47 WIB

Pemkot Surabaya Kirim Ambulans untuk Pemulangan Jenazah Korban Laka Lantas Tol Sumo

16 Mei 2022 - 19:42 WIB

Bupati Sidoarjo Kukuhkan Pengurus Karang Taruna Periode 2022-2027

16 Mei 2022 - 19:27 WIB

Gus Muhdlor: BUMDes Bisa Bangkitkan Perekonomian Desa

16 Mei 2022 - 19:20 WIB

Trending di kempalanews