Suatu ketika, sekitar tahun 2010, saya ditelepon, “Er, saya mau ketemu. Soal majalah Cheng Hoo ke depannya. Ketemu di Bank Maspion ya,” kata Herman Halim yang waktu itu menjabat sebagai Pelaksana Harian YHMCHI. Saya pun deg-degan juga. Ada apa? Mungkin, ini panggilan yang pertama bagi saya. Kalau sebelum-sebelumnya paling bertemu saat wawancara di sejumlah acara.
Setelah saya menghadap di Kantor Bank Maspion di Jl. Basuki Rahmat 50-54 Surabaya, saya yang semula agak canggung berubah agak tenang.
Mengapa? Karena Herman Halim menerima saya dengan penuh keramahan. Padahal dia seorang Dirut Bank yang mempunyai nama.
“Er, saya menginginkan kamu memimpin majalah Komunitas (sebelum ganti nama menjadi Majalah Cheng Hoo). Saya sudah berbicara dengan pengurus lainnya. Mereka setuju dengan rencana saya. Buat majalah ini yang mempunyai nilai berita yang sesuai dengan visi-misi Cheng Hoo,” kata Herman Halim waktu itu. Saya pun menjawab, siap!
Kesan dari pertemuan empat mata untuk pertamanya kali itu, Herman Halim selalu berpikiran ke depan. Tak banyak bicara, tetapi semuanya jelas persoalan apa saja yang dimaksud atau yang ditugaskan kepada saya. Setiap tugas, dia selalu memberi tanggung jawab sepenuhnya, tetapi Herman Halim tetap melakukan pengawasan. Sebelum saya mohon pamit, Herman Halim berpesan, “Bekerjalah dengan penuh kejujuran. Bekerjalah dengan keras untuk prestasi. Prestasi itu yang menilai orang lain, karena itu jangan sombong. Pokoknya kamu jadi wartawan jangan neko-neko. Patuhi aturannya dan berpihaklah pada kebenaran,” katanya. Setelah itu mohon pamit.
Waktu pun terus berjalan, pada awal 2013 saya dipanggil lagi. Kali ini saya diminta untuk menerbitkan Majalah Perbanas (namanya Kabar Perbanas Jatim). “Kerjakan dengan baik. Isi dengan informasi-informasi yang dibutuhkan perbankan. Khususnya perbankan Jatim,” katanya singkat waktu itu. Sementara saya pun hanya mengatakan siap.
Setelah mempersiapkan sekitar 4 bulan, tepat pada 17 Agustus 2013, majalah Kabar Perbanas Jatim diluncurkan. Di tingkat provinsi, hanya Perbanas Jatim yang memiliki majalah internal. Majalah ini terbit setiap tiga bulan sekali.
Setelah saya diberi kepercayaan tersebut, pertemuan-pertemuan atau melalui telepon kerap dilakukan. Terutama bila majalah mau terbit. Lalu saya mengambil kesimpulan selama saya bermitra dengan Herman Halim secara umum, almarhum mempunyai sifat tegas, sabar, cerdas, ngemong. Saya merasa kehilangan mitra yang sekaligus pernah menjadi pimpinan setidaknya di Majalah Cheng Hoo dan Perbanas.
Sosok Tangguh
Tidak hanya saya yang bersaksi bahwasannya almarhum Herman Halim adalah orang baik. “Rekan ini meninggalkan kita begitu cepatnya. Saya kehilangan pimpinan Bank Maspion yang sangat tangguh. Apabila ada kesalahan almarhum, baik sengaja maupun tidak sengaja mohon dimaafkan,” kata Alim Markus.
H.A. Nurawi, Ketua Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) mengatakan, almarhum adalah salah satu Dewan Pembina YHMCHI merangkap sebagai Sekretaris Dewan Pembina YHMCHI. Almarhum adalah sosok yang penuh komitmen. “Sangat disiplin, sehingga keberadaannya sangat membatu dalam perjalanan yayasan,” katanya.
Sementara, Bambang Mukti Riyadi, Kepala OJK Kantor Regional 4 Jatim memberikan kesan positif kepada almarhum. Almarhum, aktif sekali di berbagai institusi. “Di Perbanas iya. Belum lagi di yayasan sosial. Yayasan pendidikan dan lain-lainnya,” katanya.
“Selamat jalan Bapak Herman. Terima kasih yang tak terhingga , saya telah bapak bimbing selama 29 tahun di Bank Maspion sebagai sekretaris. Bapak adalah orang yang bijaksana, berjiwa besar dan bisa mengayomi kami, semua karyawan. Kiranya Tuhan memperhitungkan kebaikan Bapak Herman Halim,” kata Ibu Lilik, sekretaris Herman Halim di Bank Maspion.
M. Pujiono Santoso, Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Perhimpunan Bank Umum Nasional Swasta Jawa Timur, yang membawahi Universitas Hayam Wuruk mengatakan, almarhum adalah figur pemimpin yang visioner, berpikir fokus pada hal yang strategis, rendah hati, toleran. Memiliki network yang sangat luas sehingga sering kali menjadi tempat bertanya bagi rekan-rekannya dan memiliki kesetiakawanan yang tinggi.
“Almarhum sangat senang berorganisasi. Berkecimpung dalam lebih dari lima organisasi sosial. Merupakan figure pemimpin yang bijaksana dan sulit dicari penggantinya. Saya sangat kehilangan dengan kepergian Beliau,” kata Puji.
Semua merasa kehilangan. Termasuk saya. Bagi saya, saya belum menemukan sosok yang seperti Beliau. Bicaranya jujur, apa adanya dan selalu mendidik kebaikan. Herman Halim meninggal pada Kamis, 11 Agustus 2022 di Singapura dan dimakamkan Kamis hari ini 18 Agustus 2022 di Pemakaman San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat sekitar pukul 12.30. Selamat Jalan Bapak Drs. Ec. Herman Halim MBA. (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi