Selain itu, Pemprov DKI juga dinilai sudah melakukan studi kelayakan kembali terhadap penyelenggaraan balap mobil listrik itu.
Dari hasil studi kelayakan terbaru, kelanjutan penyelenggaraan Formula E disebutkan bisa mandiri dengan skema business to business.
“Selain itu hasil studi kelayakan juga menunjukan bahwa terdapat potensi manfaat finansial, manfaat ekonomi dan manfaat reputasional,” tulis BPK.
Bahkan dalam studi yang lain sebagaimana ditulis oleh tempo.co, 20 Juni 2022 disebutkan bahwa Laporan BPK mencatat dampak ekonomi penyelenggaraan Formula E diperkirakan mencapai 78,3 juta pound sterling atau Rp 1,2 triliun per tahun. Nilai ini berbeda dengan LHP BPK DKI atas LKPD DKI Tahun 2019.
BACA JUGA: Kuda Troya KIB
Pada 2020, hasil audit BPK DKI menunjukkan, dampak ekonomi Formula E pada 2021-2024 sekitar Rp 2 triliun. Informasi tersebut diambil dari studi dampak ekonomi yang tercantum pada proposal Penyertaan Modal Daerah (PMD) PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Tahun Anggaran 2020 kepada Pemprov DKI pada September 2019.
Meski penyelenggaraan Formula E sukses dan mendapatkan pujian dari dunia, nampaknya kesuksesan itu semakin membuat para pembenci Anies gelap mata, etika politik yang beradab dan menjunjung demokrasi tak begitu penting bagi mereka, Anies harus digagalkan untuk ikut kontestasi pilpres 2024.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi