Selasa, 2 Juni 2026, pukul : 17:51 WIB
Surabaya
--°C

Nyindir APBN-APBD Malah Dipake Buat Beli Produk Impor, Jokowi: Bodoh!

JAKARTA-KEMPALAN: Presiden Jokowi geram karena Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD) yang dibelanjakan oleh kementerian dan lembaga, pemerintah pusat, hingga pemerintah daerah malah didominasi untuk membeli produk impor.

Bahkan, Presiden Jokowi saat menyampaikan kegeramannya tersebut mengucapkan kata ‘bodoh’ pada pegawai kementerian dan lembaga pemerintahan.

“Saya tahu banyak kementerian, banyak lembaga, banyak (pemerintah) daerah tidak mau membeli produk dalam negeri. Alasannya macam-macam. Speknya enggak pas lah, kualitasnya enggak baik lah. Alasannya banyak sekali. Ini APBN lho. Ini uang APBD lho. Belinya produk impor. Nilai tambahnya yang dapat negara lain, lapangan kerja yang dapat orang lain. Apa enggak bodoh orang kita ini?” ungkap Jokowi.

Jokowi juga mengatakan bahwa produk yang diimpor dapat disubstitusi dengan menggunakan produk dalam negeri.

“Ada 842 produk di dalam e-katalog yang sebetulnya produksi di dalam negerinya itu ada,” ucap Jokowi.

Belanja pemerintah pusat dan daerah menurut Jokowi harus mempertimbangkan atau mencakup tiga hal penting, yaitu efisien, dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam negeri, dan menciptakan nilai tambah.

BACA JUGA  Perluas Mandat Pelestarian Budaya, Dekesda Berubah Menjadi Dewan Kebudayaan Sidoarjo

Jokowi menambahkan, seharusnya anggaran pemerintah APBN atau APBD dapat digunakan untuk membelanjakan produk dalam negeri karena dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional serta menghasilkan nilai tambah.

Jokowi menegaskan bahwa belanja APBN sebesar Rp2.417 triliun dan APBD sebesar Rp1.197 triliun seharusnya digunakan untuk membelanjakan produk dalam negeri dan bukan untuk produk impor.

Presiden Jokowi juga meminta kepada Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk terus memastikan belanja pemerintah pusat dan daerah didominasi oleh produk dalam negeri.

Kemarahan tersebut tidak dilakukan Jokowi hanya sekali, sebelumnya ia juga telah meluapkan kemarahannya kepada instansi pemerintah yang tetap melakukan impor barang.

Pada Jumat (25/3) lalu, Jokowi mengatakan barang-barang yang diimpor tersebut masih bisa diproduksi di dalam negeri yang diucapkan dalam Pengarahan Presiden RI tentang Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia (BBI).

BACA JUGA  MAESTRO PEMULIHAN FISIK: Revitalisasi Cedera Molekuler dan Manifestasi Klinis Masase Olahraga Terintegrasi FIKK Unesa

“Kita diam saja, tapi konsisten beli barang yang diproduksi pabrik-pabrik, industri-industri, UKM-UKM kita, kok enggak kita lakukan. Bodoh sekali kita kalau tidak melakukan ini,” ungkap Jokowi.

Jokowi membandingkan harga alat, seperti mesin jahit low speed impor seharga Rp13 juta dengan lokas seharga Rp12,8 juta.

“Jangan alasannya lebih murah. Karena nilai tambahnya untuk dalam negeri, membuka lapangan kerja dalam negeri. Beli PDN sehingga lapangan kerja semakin banyak karena kita beli produk dalam negeri,” jelas Presiden.

Dengan kondisi tersebut, Jokowi merasa harus ngomong blak-blakan agar tidak terulang lagi kedepannya dan dapat meningkatkan lapangan kerja warga Indonesia.

“Maaf, kita ini pintar-pintar, tapi kalau caranya seperti itu, bodoh sekali kita. Saya harus ngomong apa adanya. Ini APBN loh, ini uang APBD loh, belinya produk impor. Nilai tambahnya yang dapat negara lain, lapangan kerja yang dapat orang lain, apa nggak bodoh kita ini,” ucap Jokowi. (CNN/Bisnis/Detik, Arlita Azzahra Addin)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.