Kamis, 23 April 2026, pukul : 16:26 WIB
Surabaya
--°C

Pertumbuhan Ekonomi Diproyeksi 5,3 Persen di 2023, Tauhid Ahmad: Terjadi Stagnasi Ekonomi

JAKARTA-KEMPALAN: Tauhid Ahmad, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai bahwa pemerintah tidak optimis dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen pada tahun 2023.

“Kami melihat tampaknya benar-benar terjadi awan gelap di tahun 2023,” pungkas Tauhid pada Selasa (16/8/2022).

Proyeksi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2023 tersebut diambil dari batas bawah pada asumsi dasar ekonomi makro dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Negara (RAPBN) 2023 yang telah disetujui oleh Badan Anggaran (Banggar) DPR.

“Pertumbuhan ekonomi antara 5,3-5,9 persen artinya pemerintah mengambil preferensi batas bawah dari target pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Tauhid mengatakan bahwa pemerintah tidak optimis dengan pertumbuhan ekonomi pada 2023, bahkan cenderung akan terjadi ‘awan gelap’ karena proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen.

“Tahun depan masih menjadi tahun kritis. Kita dibayang-bayangi krisis Rusia-Ukraina dengan harga ICP (harga minyak mentah Indonesia di pasar dunia) 90 dolar AS per barel,” tutur Tauhid.

Selain itu, inflasi pada tahun 2023 diproyeksi akan berada di angka 3,3 persen dan defisit anggaran sebesar Rp598,2 persen atau 2,85 persen dari PDB.

Pada tahun 2022 ini, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara diproyeksikan sebesar Rp3.106 triliun, sedangkan pada tahun 2023 APBN hanya sebesar Rp3.041 triliun hal tersebut merupakan pengetatan ekspansi fiskal yang semakin dibatasi.

Tauhid memperkirakan bahwa tahun 2023 akan terjadi stagnasi ekonomi dan masyarakat bawah diminta waspada karena tampaknya subsidi BBM akan berkurang secara signifikan akibat terbatasnya APBN.

Pemerintah memberikan target untuk pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen pada tahun 2023 karena berupaya untuk menjaga keberlanjutan penguatan ekonomi nasional.

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa untk mempercepat transformasi perekonomian dilakukan dengan menjaga kesehatan dan juga keberlanjutan fiskal agar dapat menghadapi risiko serta gejolak perekonomian di masa depan.

“Pertumbuhan ekonomi 2023 diperkirakan sebesar 5,3 persen. Kita akan berupaya maksimal dalam menjaga keberlanjutan penguatan ekonomi nasional,” ujar Jokowi pada Rapat Paripurna DPR, Selasa (16/8/2022).

Pemerintah juga akan terus melakukan dorongan untuk ekspansi produksi secara konsisten demi membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.

Sementara itu Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI, mengatakan bahwa perlu adanya upaya lebih yang dilakukan pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen pada 2023. Apalagi, berada di tengah ancaman resesi global.

“Perlu kerja keras untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tersebut, apalagi kalau pertumbuhan ekonomi dunia melemah seperti yang diperkirakan IMF,” jelas Sri Mulyani di Kantor DJP Pusat, Jakarta. (Tribunnews/Kontan/Kompas, Arlita Azzahra Addin)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.