Rabu, 13 Mei 2026, pukul : 21:36 WIB
Surabaya
--°C

Harga Makanan Dorong Inflasi Inggris Capai Level Tertinggi Setelah 40 Tahun

JAKARTA-KEMPALAN: Melonjaknya harga makanan menyebabkan inflasi di Inggris menyentuh dua digit untuk pertama kalinya sejak tahun 1982.

Dalam dua belas bulan hingga Juli, inflasi Inggris mencapai 10,1 persen yang awalnya 9,4 persen pada bulan Juni. Angka tersebut di atas perkiraan menurut Reuters, yaitu sebesar 9,8 persen.

Melonjaknya biaya hidup menguras anggaran rumah tangga sehingga kenaikan harga lebih cepat dibandingkan upah.

Melansir BBC, Bank of England menyatakan tahun ini inflasi di Inggris bisa mencapai lebih dari 13 persen.

Inflasi inti yang tidak termasuk tembakau, alkohol, makanan, dan energi pada tahun ini hingga Juli 2022 naik dari 5,8 persen pada bulan Juni menjadi 6,2 persen.

Selain itu, biaya solar, bensin, dan energi juga berkontribusi terhadap inflasi. Namun, menurut Office for National Statistic (ONS) atau Kantor Statistik Nasional di Inggris makanan dan minuman non-alkohol merupakan kontributor terbesar terhadap kenaikan harga pada bulan Juli.

Harga telur, susu, roti, keju, dan sereal mengalami kenaikan yang paling cepat. Sementara itu, harga pada cokelat, daging, dan sayuran juga lebih tinggi.

“Supermarket tidak punya banyak pilihan selain meneruskan kenaikan harga dari pemasok, mereka sendiri bersaing dengan inflasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam bahan baku dan biaya input bahan,” tutur direktur strategi ritel di PwC, Kien Tan.

Faktor penyumbang terbesar lainnya adalah biaya transportasi, yaitu kenaikan harga pada tiket kereta api internasional dan tiket pesawat, serta kenaikan harga tiket liburan karena permintaan yang meningkat.

Sementara itu, data yang diterbitkan pada minggu lalu menunjukkan bahwa PDB negara itu turun sebesar 0,1 persen pada kuartal kedua tahun ini.

Laporan pasar tenaga kerja resmi pada Selasa (16/8/2022) mengatakan bahwa gaji antara bulan April dan Juli mengalami kenaikan sebesar 4,7 persen yang berarti selama periode setelah inflasi diperhitungkan pendapatan rata-rata turun sebesar 3 persen.

“Situasinya menyedihkan bagi konsumen Inggris, yang saat ini ditekan dari semua sisi,” pungkas ekonom senior di Berenberg, Kallum Pickering.

“Upah tidak naik cukup cepat untuk mengimbangi lonjakan inflasi, tetapi mereka naik terlalu cepat untuk disukai [Bank of England], karena ingin mengembalikan inflasi ke target,” tambah Kallum. (BBC/CNN/CNBC, Arlita Azzahra Addin)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.