PYONGYANG-KEMPALAN: Pemimpin Korea Utara yaitu Kim Jong Un telah mendeklarasikan kemenangan atas pertarungan negaranya melawan COVID-19.
Pada saat ini, semua larangan dan kebijakan yang berkaitan dengan COVID-19 telah dicabut.
Hal tersebut terjadi karena sebelumnya, setelah melakukan pertemuan dengan Kementerian Kesehatan dan juga ilmuwan-ilmuwan, Kim Jong Un mendeklarasikan kemenangan dari penyakit yang menyerang negaranya.
Korea Utara merupakan negara terisolasi—yang sudah selalu menutup perbatasan negaranya sejak awal pandemi tahun 2020.
Namun pada Mei 2022, terdapat kasus varian Omicron yang mulai menyebar di Korea Utara—dan Kim Jong Un langsung merespons dengan sangat cepat.
Analis mengatakan bahwa kemungkinan besar virus COVID-19 tersebut masuk ketika Korea Utara membuka perbatasan dengan Tiongkok pada bulan Januari 2022.
Kemudian menyebar banyak setelah adanya parade militer di Pyongyang pada April 2022.
Disebutkan bahwa total kasus COVID-19 di Korea Utara mencapai 4,8 Juta kasus—dari total 26 Juta populasi.
Melansir dari Aljazeera, tidak ada kasus COVID-19 di Korea Utara sejak 29 Juli 2022.
Dan, total kasus kematian hanya di angka 74 kasus saja—sehingga Kim Jong Un mengatakan bahwa ini adalah sebuah ‘Mukjizat’ besar di dunia.
Dibalik kemenangannya, WHO meragukan keaslian data yang diberikan oleh Korea Utara.
Ditambah lagi dengan tidak jelasnya program Vaksin dan juga sistem kesehatan yang masih tidak sempurna.
Beberapa analis juga mengatakan bahwa Korea Utara memanipulasi skala kematian untuk tetap menjaga kepemimpinan Kim Jong UN.
Namun tetap saja, terlepas dari keraguan WHO dan klaim kemenangan Kim Jong Un, publik internasional tidak akan bisa mengetahui fakta dan realita yang terjadi di Korea Utara.
(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi