BRASILIA-KEMPALAN: Kurang dari dua bulan lagi pemilu di Brazil akan dilaksanakan, tensi yang terjadi antara kedua kekuatan besar yaitu Mantan Presiden Sayap Kiri yaitu Lula da Silva yang kembali maju pada tahun ini dan juga Presiden Petahana Sayap Kanan yaitu Jair Bolsonaro, semakin menguat.
Ronde pertama pemilu akan terjadi pada tanggal 2 Oktober—kurang dari dua bulan per hari ini, dan sudah dapat disaksikan sengitnya tensi.
Hal tersebut bisa disaksikan diantara pedagang-pedagang yang menjual perintilan partai dan tokoh yang diusungnya.
Melansir dari Aljazeera, disebutkan bahwa berdasarkan pedagang yang ada, barang-barang yang menampilkan Mantan Presiden Lula yang bersayap Kiri jauh lebih laku dibandingkan dengan barang yang menampilkan Presiden Bolsonaro.
“Ketika seseorang membeli yang berbau Bolsonaro, mereka melakukannya secara diam-diam dan sangat cepat, seolah mereka khawatir. Kami juga lebih banyak menjual barang yang berbau Lula” ucap salah satu pedagang.
Refleksi dari pedagang tersebut sudah dapat dipercaya sedikit—karena berdasarkan polling yang ada, Mantan Presiden Lula memiliki popularitas lebih tinggi dibandingkan Presiden Bolsonaro.
Polling tersebut dilakukan oleh lembaga bernama Datafolha yang rilis pada bulan lalu.
Hasilnya adalah bahwa Mantan Presiden Lula mendapatkan dukungan suara sebesar 47%, 18 poin lebih baik dari Bolsonaro yang hanya mendapatkan 29%.
Jika Lula mendapatkan hasil pemilu hingga 50%, maka ia langsung menang, tanpa adanya Ronde Kedua.
Karena merasa terancam dengan popularitas Lula, pemerintahan Bolsonaro baru saja meluncurkan sebuah kebijakan kenaikan 50% gaji untuk warga tingkat bawah.
Sebelumnya, warga tingkat bawah yang hanya mendapatkan gaji 400 Real, sekarang mengalami kenaikan hingga 600 Real.
Namun disebutkan bahwa kebijakan tersebut hanya akan berlaku hingga akhir tahun—sehingga muncul banyak kritik bahwa kebijakan tersebut merupakan langkah Bolsonaro menggaet suara pemilu dari warga tingkat bawah.
Namun, analis mengatakan bahwa langkah tersebut tidak akan cukup bagi Bolsonaro untuk dapat mengalahkan Lula.
Terlebih lagi pada awal bulan, banyak pebisnis dan bankir yang mengirimkan surat penyesalan ke publik yang berisikan bahwa kebijakan dari Presiden mengancam keberlangsungan bank dan bisnis—sehingga bisa dikatakan Bolsonaro sudah kehilangan loyalisnya.
Apakah Bolsonaro akan bertahan? Atau akan digantikan oleh Lula?
(Aljazeera/France24, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi