JAKARTA-KEMPALAN: Pada perdagangan Senin waktu setempat, harga minyak dunia anjlok sekitar 4 persen. Harga tersebut jatuh imbas data manufaktur di beberapa negara lemah dan membebani prospek permintaan.
Sementara itu, para investor bersiap untuk menyambut pertemuan OPEC dan juga sekutu produsennya mengenai pasokan pada minggu ini.
Dikutip dari Suara.com, minyak mentah berjangka Brent pada Selasa (2/8/2022) ditutup anjlok 3,8 persen atau mencapai USD 3,94 menjadi USD 100,03 per barel setelah jatuh ke sesi terendah mencapai USD 99,09 per barel.
Lalu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) merosot sebesar 4,8 persen atau USD 4,73 menjadi di level USD 93,89 per barel setelah jatuh ke level terendah, yaitu USD 92,42.
“Penembusan harga Brent di bawah level support USD102,68 dapat memicu penurunan ke kisaran USD99,52 hingga USD101,26,” ucap Wang Tao, analis teknikal Reuters.
Pabrik di seluruh Eropa, Amerika Serikat, dan Asia berjuang pada bulan Juli karena permintaan global yang lesu dan juga adanya lockdown Covid-19 di China yang memperlambat produksi.
Survei pada sesi Senin menunjukkan bahwa adanya kemungkinan bertambahnya kekhawatiran ekonomi terjun ke dalam jurang resesi.
WTI dan Brent sama-sama mengalami kerugian pada akhir bulan Juli untuk pertama kalinya sejak 2020 akibat lonjakan inflasi dan suku bunga yang tinggi.
“Masih ada keterputusan dengan data ekonomi dan apa yang kita lihat di sisi penawaran,” ucap analis Price Future Group, Phil Flynn.
“Pasar minyak masih sangat ketat, dan pasar akan gelisah mendekati pertemuan OPEC,” tambahnya.
Selain adanya sentimen tersebut, minyak juga mendapat tekanan dari produksi di Libya naik dari 800 ribu per barel pada Juli 2022 dan mencapai hingga 1,2 juta barel per hari.
OPEC dan sekutu termasuk Rusia atau OPEC+ rencananya akan bertemu pada hari Rabu (3/8/2022) untuk memutuskan produksi bulan September.
Dalam survei Reuters, dua dari delapan sumber OPEC+ mengatakan ada rencana kenaikan untuk pasokan pada bulan September dan hal tersebut akan dibahas pada pertemuan besok. (Kompas/CNN/Suara, Arlita Azzahra Addin)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi