JAKARTA–KEMPALAN: Pengawasan aspek keselamatan merupakan prioritas utama pada semua transportasi massal. Tak terkecuali Transjakarta sebagai moda transportasi yang digadang menjadi contoh bagi setiap daerah di Indonesia. Maraknya kecelakaan yang terjadi membuat Transjakarta harus segera menyelesaikan rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, untuk menjalankan semua rekomendasi KNKT diperlukan sosok yang piawai untuk mengatur agar tak ada lagi kecelakaan yang melibatkan Transjakarta ketika operasional berlangsung.
“Ambil saja orang KNKT dijadikan salah satu direksi atau penasehat di Transjakarta. Tempatkan orang KNKT di Transjakarta untuk mengarahkan semua rekomendasi dari KNKT agar tidak terjadi lagi kecelakaan,” kata Djoko saat di Jakarta, Selasa 2 Agustus 2022.
Menurut dia, tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki pengawasan dalam aspek keselamatan di tubuh Transjakarta. Oleh karena itu, ia mendorong agar Transjakarta mau belajar dari instansi lainnya. “Transjakarta juga harus mau belajar ke Garuda dan KAI,” ujarnya.
Sebelumnya, rekomendasi yang diberikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait maraknya kasus kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta ternyata belum dilaksanakan secara maksimal oleh PT Transportasi Jakarta.
Direktur Utama PT Transjakarta Mochammad Yana Aditya mengatakan, saat ini pihaknya baru menjalankan 15 dari 31 rekomendasi yang diberikan oleh KNKT atau sekitar 50 persen.
“Kami masih bertahap untuk menerapkan rekomendasi KNKT, saat ini sudah 15 poin yang kami sebut aksi keselamatan. Beberapa poin utamanya yakni pembentukan divisi keselamatan, melakukan cek kesehatan pengemudi, pelatihan, dan sosialisasi rutin,” kata Yana saat menghadiri rapat kerja di Komisi B DPRD DKI Jakarta, Senin 1 Agustus 2022.
Rekomendasi 15 poin tersebut, yakni perbaikan data kecelakaan dan proses reporting dan evaluasi, adanya petugas di atas bus, pemberlakuan batas kecepatan di tol dan non-tol, perbaikan standar rasio pengemudi, penyusunan modul dan kurikulum pelatihan pengemudi untuk bus academy pengemudi Tranjakarta.
Lalu, realokasi penempatan patrol jalur berdasarkan Road Hazard Mapping, penyusunan Risk Journey untuk tiap rute dan sosialisasi ke pengemudi seluruh operator dan swakelola, perbaikan proses pengecekan kelaikan kendaraan sebelum beroperasi, penyediaan tempat istirahat pengemudi di ujung-ujung terminal, pemberlakuan rencana operasi secara mingguan.
Dilanjutkan, penempatan pengemudi langsir di ujung terminal dan pada saat pengisian BBM/BBG, pemberlakuan MCU untuk seluruh pramudi yang bertugas di Transjakarta, mengadakan random check narkoba untuk pengemudi, penyusunan perbaikan SOP terkait rekrutmen dan syarat-syarat kompetensi pengemudi, serta penyusunan dan pelaksanaan SOP Fit to Work pengemudi dan pengecekan berkala untuk pengemudi. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi