Salam Empat Jari

waktu baca 4 menit
Ilustrasi salam 4 jari (*)

KEMPALAN: Salam empat jari diperkenalkan oleh politisi PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) Masinton Pasaribu, sebagai gestur persatuan antara pendukung capres-cawapres 01 dan capres-cawapres 03. Masih terlalu dini untuk membentuk koalisi dua kubu itu. Kendati demikian, gestur empat jari sudah mulai populer sebagai gerakan rakyat untuk memulihkan demokrasi yang diyakini sedang dibajak oleh kekuatan anti-demokrasi.

Dua pekan menjelang pelaksanaan pemilu situasi politik semakin dinamis. Pasangan 02 Prabowo-Gibran seolah berada pada posisi sebagai the common enemy, musuh bersama, yang dikeroyok beramai-ramai oleh pendukung Anies dan Ganjar. Hal ini terlihat di forum resmi seperti debat presiden dan calon presiden, dan forum tidak resmi terutama di jagat media sosial.

Dalam politik tidak ada pertemanan dan permusuhan yang abadi. Yang ada adalah kepentingan abadi. Dua kubu 01 dan 03 biasanya seperti minyak dan air yang sulit ketemu. Dua kubu itu layaknya Tom and Jerry yang saling kejar dan saling cakar. Tetapi, ketika kepentingan mempertemukan mereka maka kedua kubu bersatu menghadapi musuh bersama.

Joko Widodo, sang presiden, sudah mendeklarasikan untuk melakukan kampanye dan berpihak kepada salah satu paslon. Sudah jelas dan tegas bahwa Jokowi berpihak kepada paslon 02 Prabowo-Gibran. Deklarasi ini membuat terkejut banyak kalangan. 

Jokowi merasa bahwa sebagai warga negara ia punya hak yang sama untuk berkampanye dan  berpihak. Tetapi, sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan Jokowi sudah mendeklarasikan diri untuk netral. Tetapi, kondisi terkini membuat Jokowi harus all out membela anaknya menghadapi lawan-lawan politiknya.

Jokowi menghadapi risiko politik yang besar jika gagal memenangkan pasangan 02. Ia sudah mempertaruhkan segalanya untuk menjamin keberlangsungan kekuasaannya melalui pasangan Prabowo-Gibran. Jokowi tahu bahwa ia akan menghadapi political vendetta, balas dendam politik, ketika pertaruhannya berakhir dengan kekalahan.

Segala upaya dikerahkan dan semua sumber daya digelontorkan. Jokowi tanpa sungkan-sungkan membagi-bagikan uang secara terbuka. Menteri-menterinya membagikan sembako kepada rakyat miskin sambil berkampanye bahwa bantuan itu datang dari Jokowi. 

Berbagai tunjangan sosial dikucurkan bulan ini sampai Maret. Gaji pegawai negeri sipil dinaikkan, dan berbagai skema bantuan sosial mengalir tiada henti. Jokowi memainkan politik gentong babi, pork barrel politics, bagi-bagi uang dan sembako, untuk mendongkrak popularitas Prabowo-Gibran yang beberapa waktu terakhir mandek.

Pencitraan gemoy hancur berantakan. Alih-alih memamerkan penampilan lucu dan menggemaskan, Prabowo lebih terlihat sebagai sosok yang lelah dan nyaris putus asa. Pada sebuah kesempatan ia terlihat lunglai kehilangan semangat dan tatapannya nanar. Gibran yang semula diharapkan menjadi booster pendorong elektabilitas ternyata sekarang malah menjadi beban.

Berbagai upaya dilakukan, tetapi elektabilitas susah bergerak. Tidak ada cara lain, Jokowi harus turun gelanggang menjadi jurkam untuk menyelamatkan masa depan dirinya, anak-menantunya, dan seluruh keluarganya.

Gerakan menghadang Jokowi malah menguat seiring dengan semakin terbukanya keterlibatan Jokowi dalam berkampanye. Sejumlah kampus sudah mulai bergerak. Sekelompok alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) mengeluarkan petisi yang memperingatkan Jokowi untuk menghentikan manuver politiknya yang berisiko tinggi. Gerakan Indonesia Darurat Kenegarawanan akan menggelinding bak bola salju.

Di masa reformasi, pergerakan dari kampus akan menjadi kekuatan yang sangat menentukan. Kala itu kampus-kampus di Jakarta menjadi motor gerakan reformasi. Kali ini, motor gerakan berpindah ke Yogyakarta dari kampus yang notabene almamater Jokowi sendiri.

Gerakan dari UGM segera disambut oleh kampus lain. Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta membuat gerakan serupa. Gayung bersambut dan kelihatannya gerakan ini akan merembet ke banyak kampus di Indonesia. Kampus-kampus yang selama ini tiarap karena terkooptasi oleh kekuasaan kelihatannya akan mendapatkan keberanian baru untuk bangkit.

Jokowi mencium gelagat ini. Ia tidak terlalu pede lagi dengan strategi menang satu putaran seperti yang selama ini dicanangkan. Realitas politik di lapangan menunjukkan bahwa target satu putaran terlalu riskan untuk dipaksakan. Elektabilitas Prabowo-Gibran yang macet tidak memungkinkan didorong dengan upaya-upaya ekstra yang mengarah pada kecurangan dan abuse of power, penyalahgunaan kekuasaan.

Jokowi mulai berupaya menawarkan rekonsiliasi dengan Megawati Soekarnoputri. Banyak beredar kabar bahwa Jokowi ingin bertemu dengan Megawati. Namun, publik tahu bahwa Megawati tidak akan semudah itu untuk bisa diluluhkan. Perseteruannya dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah berlalu 20 tahun, tetapi sampai sekarang Mega belum bisa benar-benar move on.

Luka Mega terhadap Jokowi mungkin bisa sedalam luka terhadap SBY. Mega merasa dikhianati dan ditikam dari belakang oleh SBY. Sementara Jokowi tidak hanya menikam dari belakang, tapi menendang dari depan dan menyodok dari samping kiri dan kanan, serta menginjak dari atas.

Lengkap sudah sakit hati Mega terhadap Jokowi. Karena itu kemungkinan rekonsiliasi sangat kecil untuk bisa terwujud. Bisa jadi Mega lebih memilih berkoalisi dengan Anies-Muhaimin ketimbang balik kucing dengan Jokowi.

Gerakan salam empat jari menjadi indikasi bahwa PDIP lebih memilih untuk menghadapi Jokowi bersama Koalisi Perubahan. Sudah hampir menjadi kesimpulan umum bahwa pilpres kali ini akan berlangsung dua putaran. Berbagai survei menunjukkan bahwa Anies-Muhaimin mempunyai kesempatan lebih besar untuk masuk ke putaran kedua.

Gerakan empat jari muncul untuk mengantisipasi pilpres dua putaran. Empat jari menjadi lambang perlawanan terhadap Jokowi. Jika dua koalisi besar Islam politik dan kelompok nasionalis bersatu maka kans untuk menang terbuka lebar.

Salam empat jari menjadi simbol perlawanan yang mempersatukan kekuatan oposisi melawan Jokowi. 

Oleh: Dhimam Abror Djuraid, founder kempalan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *