YOGYAKARTA–KEMPALAN: Biasanya saat menjadi siswa, segan dengan kepala sekolah maupun guru, khususnya guru konseling atau guru BP. Namun ternyata, yang terjadi di SMAN 2 Yogyakarta saat Anies Baswedan menjadi Ketua OSIS di sekolah tersebut kondisinya berbeda.
Para siswa lebih segan dengan pria yang kini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta ini. “Di mata teman-teman, Anies Baswedan itu lebih disegani dibanding kepala sekolah maupun guru BP,” kata Nasrudin, teman akrab Anies Baswedan semasa di SMAN 2 Yogyakarta, Rabu 21 Juli 2022.
Nasrudin menyaksikan sendiri kejadian di mana para siswa di sekolah yang berada di Jalan Bener Nomor 30, Bener, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta ini sungkan dengan Anies. Dia memberi contoh saat para siswa terlibat perkelahian.
“Awas ada Anies, ada Anies. Perkelahian pun bubar, nggak jadi berantem,” kata dia.
Kejadian seperti itu sudah sering dilihatnya. “Jadi teman-teman saat itu merasa tidak enak dengan Anies kalau dianggap bandel atau nakal,” ujar teman satu bangku dengan Anies Baswedan di kelas I D ini.
Toh, seandainya mengetahui ada sesama temannya berantem, Anies Baswedan langsung bisa meredamnya dan melakukan pendekatan terhadap mereka yang berkelahi. Anies punya bakat sebagai mediator perselisihan yang hebat.
“Setelah dimediasi Anies ya selesai berakhir damai. Tidak ada lagi dendam di antara mereka yang terlibat. Biasanya kan meski sudah didamaikan, masih ada dendam. Jadi Anies itu mediator hebat,” ungkap Nasrudin.
Dari pengalaman yang dilihatnya secara langsung tersebut, Nasrudin berpendapat bahwa cucu Pahlawan Nasional Abdurrahman Baswedan itu memang punya pengaruh kuat di lingkungannya. “Anies bisa dekat dengan siswa yang bandel dan nakal, tapi juga bisa mengayomi teman yang biasa-biasa saja,” ungkapnya.
Pengalaman teman-teman yang segan dengan Anies dibanding kepala sekolah ini juga diungkapkan oleh sobat Anies yang lain. Seperti yang diceritakan Mochammad Iqbal yang berani iseng terhadap kepala sekolah. Para siswa saat itu seperti tidak segan dengan orang nomor satu atau pimpinan tertinggi di sekolah.
Iqbal masih ingat saat itu, teman-teman iseng mencopoti karet pentil empat roda mobil milik kepala sekolah. Karet pentil di tinggal di lokasi di mana mobil kepala sekolah parkir.
Kepala sekolah mengetahui sudah menjadi korban keisengan para anak didiknya. “Masa bisa tiba-tiba semua rodanya gembos, pasti ada anak-anak nakal di sekolah ini. Kepala sekolah marah besar. Tidak hanya kepada satu kelas, namun semua siswa di sekolah,” kata Iqbal.
Anies Baswedan yang saat itu sebagai Ketua OSIS, berani menemui kepala sekolah untuk meredakan keadaan. Anies Baswedan mampu menyakinkan kepala sekolah agar memberikan maaf kepada seluruh siswa. Kepala sekolah melunak dan tidak marah lagi. “Anies menyelamatkan seluruh teman-teman di sekolah dari masalah besar,” kenang Iqbal. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi