Rabu, 13 Mei 2026, pukul : 10:26 WIB
Surabaya
--°C

Otopsi Ulang

edi hartono

“Benar to. Dahlan kliru. Untung sudah kembali ke jalan yg benar. Prof Nidom itu contoh yg sip.” “Betul Gus. Orang yg menyerah pd minimnya anggaran penelitian itu mikir e duit. Outputnya mentok jurnal. Biasanya untuk memenuhi syarat akademis,” ulas Amien. “Betul. Kalau mental peneliti sungguhan itu mental pejuang. Berjuang mewujudkan ide besar di kepalanya. Hasilnya Karya Agung yg bermanfaat bagi kemanusiaan. Jurnal dipakai untuk validasi dan diskusi dgn sesama peneliti,” tambah Gus Dur. “Seperti temannya Dahlan yg viral itu ya, Gus.” “Teman dahlan yg mana, Min?” “dr.Terawan! Metode pengobatannya sdh bermanfaat mengobati puluhan ribu orang, dari perdana menteri, presiden, pejabat tinggi, sampai rakyat biasa. Terus malah dirusuhi idi. dr.Terawan terbitin jurnal di Unhas. Tapi dasar wong srei, sudah divalidasi jurnal resmi, level scopus tinggi, tetap saja dirusuhi.” Ucap Amien. “Iya. Sialan. Idi mbelgedes tenan. Ormas biasa gitu kok dikasih kewenangan berlebihan. Harusnya kewenangan di kemenkes.” Ucap Gus Dur. “Kelihatan ada udang di balik lemper,” ucap Amien sambil ngunyah lemper. “Iya.” Tambah Gus Dur sambil nyeruput kopi. “Lha kemarin sampean jadi tanya ke Jibril atau tdk, Min?” Amien berpikir. “Tentang nasib imin dan zul itu to? Saya ini punya mental peneliti, Gus. Mental pejuang.” Ucap Amien semangat. “Jadi pengennya meneliti sendiri. Gak mau pakai jalan pintas gitu.” Gus Dur yg sakti paham. “Heleh, bilang saja sampean takut ketemu Jibril. Gitu aja pake cari2 alasan…”

Er Gham

Sudah setua ini, penelitian apa yang bisa saya berikan sumbangsihnya ke masyarakat. Memang sih saya bukan profesor. Tapi minimal pernah kuliah. Misal petani riset kecil kecilan untuk mencari pupuk yang tepat. Nelayan yang riset dengan berbagai umpan. Atau riset untuk menemukan pistol yang ringan sehingga bisa mudah digunakan. Pistol glock itu misalnya. Penemunya merasa pistol yang ada terlalu berat dan hentakannya keras. Jadi dia beli beberapa pistol, lalu dia bongkar. Dia pelajari cara kerjanya. Percobaan yang ke-17 berhasil. Maka lahirlah pistol glock 17. Ringan, bisa digenggam 1 tangan. Pistol yang lain perlu 2 tangan digenggamnya. Maka cukup favorit pistol ini.

alasroban

Secara umum, Seharusnya Ilmu itu ya bermanfaat. Membantu menyelesaikan masalah yang di hadapi oleh masyarakat. Contoh yang kurang baik ya di Jogja. Konon ibarat kata di Jogja itu anda melempar kerikil ke arah manapun akan mengenai seorang doktor. Saking banyaknya doktor di Jogja. Anda semua sudah tahu betapa mendalamnya keilmuan seorang doktor. Namun demikian masalah sampah belum bisa di atasi di Jogja. Seharusnya dengan banyaknya doktor, Jogja menyelesaikan sampah dengan cara-cara penerapan ilmu pengetahuan. Hingga bisa jadi percontohan daerah lain. Apa karena tak ada dana riset ya ? Entahlah….

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.